Program Dana Talangan Jatuh Tempo

MI/ANDHIKA PRASETYO
30/6/2015 00:00
Program Dana Talangan Jatuh Tempo
(AFP)
PROGRAM penyelamatan Yunani dari krisis secara resmi berakhir pada hari ini. Hampir dapat dipastikan Yunani tidak bisa membayar utang 1,5 miliar euro kepada IMF yang jatuh tempo pada hari ini.

Yunani, kemarin pagi waktu setempat, menutup sementara bank-bank di negara tersebut hingga seminggu ke depan, juga memberlakukan pembatasan penarikan tunai yaitu 60 euro per hari.

Bank-bank ditutup hingga 6 Juli, sehari setelah pelaksanaan referendum proposal dana talangan yang diajukan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras. Langkah itu dilakukan untuk melindungi sistem perbankan dari kepanikan akibat krisis utang.

Kebijakan itu merupakan bagian dari kendali finansial untuk mencegah kepanikan di masyarakat yang berbondong-bondong melakukan penarikan uang dalam skala besar sehingga menyebabkan kekosongan uang tunai di mesin-mesin ATM.

Di Athena, Yunani, guru bernama Yiannis Grivas mengatakan ia telah menarik seluruh gajinya yang berjumlah 940 euro pada Jumat (26/6). "Saya mengambil semuanya, jadi saya punya cukup uang untuk hidup selama beberapa minggu ke depan," ujar Grivas.

Sementara itu, di wilayah Kolonaki, Anna, 32, berharap dalam referendum nanti, seluruh warga Yunani akan memilih untuk tetap berada di Uni Eropa dan mimpi buruk ekonomi yang dihadapi negaranya segera berakhir.

Sebuah sumber perbankan di Yunani menyatakan hanya 40% mesin ATM di Yunani yang masih berisi uang. Sejak Jumat (26/6) malam, sebanyak 1,3 miliar euro telah ditarik dari sistem perbankan Yunani.

Berakhir

Pada akhir pekan lalu, Perdana Menteri Tsipras memutuskan untuk mengadakan referendum pada 5 Juli mendatang. Keputusan itu diambil setelah pihak kreditor hanya bersedia memberikan dana bantuan tambahan dengan syarat-syarat tambahan yang dianggap akan merugikan pemerintah Yunani.

Referendum akan membuat rakyat Yunani dapat memilih langsung apakah mereka bersedia menerima syarat tambahan yang diajukan kreditor, yakni Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Sentral Eropa (ECB), atau menolaknya, yang berarti akan membuat Yunani keluar dari zona euro.

Dalam menanggapi refe-rendum yang akan digelar Yunani, dewan gubernur ECB yang berbasis di Frankfurt, Jerman, pada Minggu (28/6) mengadakan konferensi da-rurat dan berjanji untuk tetap memberikan bantuan kepada Yunani. Namun, ECB tidak akan memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, tetapi lebih pada upaya meng-angkat saham dalam krisis utang Yunani.

Presiden Prancis Francois Hollande, kemarin, menyatakan referendum proposal dana talangan merupakan pilihan berdaulat untuk menentukan Yunani tetap di zona euro atau keluar. "Rakyat Yunani berhak memutuskan apa yang mereka inginkan untuk masa depan," kata Hollande sembari menambahkan masih ada peluang kesepakatan bagi Yunani. Adapun Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos berkomentar, "Masih ada waktu, programnya baru berakhir Selasa malam, jadi kita masih punya 48 jam dan saya rasa negosiasi masih bisa berhasil." (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya