15 Ribu Tiket Terakhir si Mulut Besar

Ghani Nurcahyadi
09/6/2016 20:26
15 Ribu Tiket Terakhir si Mulut Besar
(AP/David Goldman)

KERUMUNAN orang terus bertambah memadati KFC Yum! Center di Kentucky, Amerika Serikat, meski hari mulai berganti pada selasa (7/6) waktu setempat. Kerumunan orang itu berharap bisa mendapatkan 15.000 tiket gratis prosesi pemakanan petinju legendaris AS, Muhammad Ali.

Ali, yang meninggal pekan lalu di usia 74 tahun setelah berjuang selama puluhan tahun melawan penyakit Parkinson yang dideritanya selepas gantung sarung tinju 1981 silam, akan dimakankan di Louisville. Kentucky, kota kelahirannya, Jumat (10/6).

Prosesi pemakaman Ali mulai dari menyalatkan hingga pemakaman dapat disaksikan publik melalui tiket gratis yang disediakan keluarga Ali. Tiket gratis itu lah yang kemudian diburu oleh para penggemar Ali seperti tiket pertandingannya pada masa kejayaannya dulu. Bukan hanya dari Amerika, tapi juga dari belahan dunia lain.

"Kami telah menunggu sejak pukul 5 pagi dan ini layak untuk ditunggu," kata George Nelson, pria yang datang dari Inggris untuk menyaksikan prosesi pemakaman Ali. "Ali adalah idola dan pahlawan saya," katanya.

Loket tiket prosesi pemakaman Ali sebenarnya baru akan dibuka pada pukul 10 pagi di Rabu (8/6). Namun, melihat antrean yang mengular, penyelenggara pun terpaksa membuka loket tiket itu dua jam lebih cepat. Hasilnya, tidak semua orang yang mengerumuni KFC Yum! Center mendapatkan tiket tersebut.

Belakangan beredar tiket serupa di sejumlah situs penjualan tiket dalam jaringan (online), seperti Craiglist. "Siapa saja menjual atau membeli tiket online dari craiglist, e-bay, dan sebagainya akan kami laporkan kepada pihak kepolisian," kata juru bicara keluarga Ali, Bob Gunnell.

Prosesi pemakaman peraih tiga kali juara dunia kelas berat itu akan dimulai Kamis (9/6) siang waktu setempat dengan menggunakan ajaran Islam. Keesokan harinya, jenazah Ali akan dibawa ke Ali Center yang merupakan bekas rumah masa kecilnya kemudian dibawa ke area pemakaman menggunakan peti mati.

Pemakaman Ali bukan hanya akan dihadiri oleh ratusan ribu penggemarnya. Kepala Negara dan sejumlah tamu VIP juga akan mengikuti prosesi pemakaman petinju yang lahir dengan nama Cassius Clay Jr itu.

Sejumlah nama kondang dikabarkan juga berniat menghadiri prosesi itu, salah satunya ialah bakal calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, yang pernah mengatakan muslim membenci AS.

Setelah dimakamkan, penghormatan bagi Ali akan dilaksanakan di sebuah arena olahraga besar yang menghadirkan mantan Presiden AS Bill Clinton dan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan.

"Ali bukan hanya juara dunia tinju, tapi juga pejuang kemanusiaan bagi mereka yang tertindas. Setiap pukulan yang Ali lancarkan, setiap pertarungan dan setiap kemenangannya memberikan harapan bagi miliaran orang yang tertindas dari Asia sampai Afrika," kata Erdogan. (AFP/AP/Gnr/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya