Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya mengeluarkan dua opsi bagi polemik alih fungsi lapangan luar ruang (outdoor) tenis Gelora Bung Karno (GBK) menjadi lapangan bisbol. Alih fungsi lapangan outdoor itu terpaksa dilakukan demi kepentingan pelaksanaan Asian Games 2018. Menurut Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, bentuk opsi pertama ialah tetap membangun lapangan bisbol di kawasan lapangan tenis GBK, tapi dengan mengubah desain lapangan yang ada. Sementara itu, pilihan kedua ialah membangun lapangan bisbol di tempat selain lapangan tenis GBK, dengan salah satu pilihannya bekas lapangan golf driving range Senayan.
"Kedua opsi ini mudah-mudahan bisa menjadi solusi terbaik dari konflik antara dua organisasi cabang olahraga ini," sebut Gatot, di Jakarta, Rabu (8/6). Di menambahkan, lahirnya dua opsi itu merupakan hasil kesepakatan dari rapat koor-dinasi yang digelar antara Kemenpora, Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PP Pelti), dan Pusat pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPK-GBK). Sebelumnya, Ketua PB Pelti, Wibowo Suseno Wirjawan, keberatan jika lapangan tenis outdoor hanya disisakan dua selain lapangan utama yang tetap dipertahankan. Maman, sapaan akrab Wibowo, berkukuh lapangan tenis outdoor di GBK setidaknya harus ada 14.
"Menanggapi keberatan PB Pelti, saat saya hubungi, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bisbol-Sofbol Indonesia (Perbasasi) Syahrir Nawier, setuju lapangan bisbol yang dibangun nanti hanya lapangan minimalis," kata Gatot. Pihak Kemenpora, sambung Gatot, kini masih menunggu komunikasi lebih lanjut antara PP Pelti dan PB Perbasasi mengenai desain lapangan bisbol yang tepat serta lapang-an tenis outdoor yang akan disisakan. Kedua induk cabang olahraga itu diminta segera menemukan solusi karena proses renovasi GBK oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera) akan dilakukan awal bulan depan. Opsi pertama, yaitu mengubah desain lapangan, dinilai Gatot lebih mudah dilaksanakan. Untuk opsi kedua, dia menilai hal itu cukup sulit dilakukan, pasalnya paket re-novasi lapangan tenis dan pembangunan lapangan bisbol digabung dengan renovasi Stadion Madya. Bila lokasi lapangan bisbol diubah, harus menggunakan desain baru dan mengadakan lelang kembali yang membuat pekerjaan renovasi ketiga venue tersebut dapat molor hingga tiga bulan.
Dana renovasi
Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, pihaknya berencana menggunakan dana renovasi GBK yang dimilikinya sebesar Rp500 Miliar untuk persiapan Asian Games. Dana itu sebelumnya akan dialihkan kepada Kementerian PU-Pera. Namun, kementerian pimpinan Basuki Hadimoeljono itu menyatakan tak membutuhkan dana tersebut. "Dana tersebut akan kita gunakan untuk membayar biaya penyiaran (broadcasting fee) yang nantinya akan kita renegosiasikan kembali kepada Dewan Olimpiade Asia agar jumlahnya tidak sampai US$30 juta seperti dalam kontrak. Selain itu, juga akan dialokasikan untuk penyelenggaraan Asian Paragames dan juga Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima)," katanya. (R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved