Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KESUKSESAN petinju Indonesia Daud Yordan merebut sabuk juara Asosiasi Tinju Dunia (WBA) Internasional kelas ringan dengan mengalahkan petinju Argentina Cristian Rafael Coria di Radisson Victoria Plaza, Montevideo, Uruguay, Sabtu (4/6) lalu, membuat petinju asal Kalimantan Barat itu kini mulai diproyeksikan menjadi juara dunia.
Daud yang dua bulan sebelum pertarungannya dengan Coria berlatih intensif di bawah bimbingan Craig Christian di Badung, Bali, mengalahkan Coria dengan kemenangan angka mutlak 97-92, 96-93, dan 97-92, meski sempat terjatuh di ronde pertama. Kemenangan atas Coria menjadi kemenangan ke-36 Daud dalam karier tinju profesionalnya.
Promotor Daud, Mahkota Promotions bersama dengan Sampson Boxing, pun mulai merancang pertarungan besar bagi Daud yang kini sudah memiliki ranking dunia WBA untuk segera bisa menjadi juara dunia. Sejumlah opsi pertarungan mulai disiapkan bagi petinju yang 10 Juni nanti merayakan ulang tahunnya yang ke-29 tahun itu.
Tercatat, ada tiga opsi utama yang dipertimbangkan oleh Mahkota Promotions dan Sampson Boxing untuk pertarungan Daud berikutnya, Tiga opsi utama itu ialah, menantang juara dunia WBA kelas ringan Anthony Crolla, menantang juara dunia kelas ringan Dewan Tinju Dunia (WBC) Jorge Linares, dan naik ke kelas ringan super WBA untuk menantang juara dunia Ricky Burns.
"Ada beberapa opsi yang sedang kami pertimbangkan, saat ini sudah ada beberapa tawaran yang masuk dan kami terbuka pada semua kemungkinan. Dan demi gelar juara dunia, pertarungan di mana pun akan kami kejar,” kata bos Mahkota Promotions, Raja Sapta Oktohari, yang juga mengantarkan Daud menjadi juara Asia-Pasifik kelas Ringan Organisasi Tinju Dunia (WBO).
Bagi Okto—panggilan Oktohari--, kemenangan di Uruguay membuktikan bahwa Daud semakin siap untuk kembali menjadi juara dunia. Mahkota Promotions dan Sampson Boxing mengambil risiko besar dengan berpindah badan tinju dunia dari WBO ke WBA. Namun, risiko itu berhasil dijawab Daud dengan kemenangan.
"Kemenangan ini menunjukkan bahwa Daud bukan jago kandang. Dia mampu memperlihatkan kemampuannya di negeri orang dan meraih kemenangan. Sekaligus, membungkam mereka yang meragukan kemampuannya," ujar Okto yang juga merupakan Ketua Kontingen (CdM) Indonesia pada Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016.
Daud mengatakan akan selalu siap dengan siapa pun lawan yang akan dihadapinya pada pertarungan berikutnya. "Kemenangan di Uruguay adalah kemenangan yang penting dalam karier saya karena mampu membuktikan bukan jago kandang. Tak mudah mengalahkan petinju Amerika Latin. Target berikutnya ialah juara dunia. Menghadapi siapa pun sama saja. Saya siap," tegasnya. (Gnr/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved