Penyebar Virus Sepak Bola Jerman

(Berbagai sumber/R-2)
09/6/2016 00:50
Penyebar Virus Sepak Bola Jerman
(AFP PHOTO / FERENC ISZA)

PAL Dardai memilih meletakkan jabatannya sebagai pelatih timnas Hongaria setelah diiming-imingi jabatan pelatih kepala di klub Bundesliga, Hertha Berlin, musim panas tahun lalu. Hal itu membuat Presiden Federasi Sepak Bola Hongaria, Sandor Csanyi, kelimpungan mencari sosok tepat untuk mendampingi tim di empat laga sisa kualifikasi Piala Eropa 2016. Tidak berselang lama, pilihan Csanyi jatuh ke tangan pelatih Jerman, Bernd Storck.

Akan tetapi, keputusan ini merupakan suatu perjudian besar bagi Csanyi. Storck memang memiliki pengalaman menangani timnas senior sebelumnya, tapi dengan torehan yang tidak mengesankan. Ia dipercaya memimpin timnas Kazakhstan sebelum akhirnya dipecat setelah hanya meraih 2 kemenangan dari 9 laga, termasuk rentetan hasil buruk di kualifikasi Piala Eropa 2012 silam. Satu-satunya alasan Csanyi ialah kesuksesan eks pemain Borussia Dortmund itu menyebar virus sepak bola Jerman sehingga mampu membawa tim muda Hongaria mencapai babak 16 besar Piala Dunia U-20. “Storck memperlihatkan di Piala Dunia U-20 bahwa budaya sepak bola Jerman dan dari sisi profesionalnya dapat dengan serius membantu sepak bola Hongaria," ujar Csanyi.

Awalnya, pelatih 53 tahun itu dipercaya membantu pengembangan standar sepak bola Hongaria, khususnya pada pembinaan usia muda. Salah satu kebijakan yang diusulkan ialah pemberian bonus kepada klub yang memberikan tempat di tim utama bagi pemain binaannya. "Ketika saya memulai di sini, saya mengatakan kepada presiden bahwa Anda memiliki banyak bakat muda, tapi Anda membutuhkan wadah untuk mengembangkan talenta ke level elite. Kami butuh lebih latihan individu dan aspek yang lebih spesifik untuk bekerja dengan tim," ujar Storck.

Dipercaya sebagai pelatih tim senior bak 'durian runtuh' bagi Storck. Ia sukses memberikan keajaiban dengan mengamankan tiket ke Prancis setelah melewati hadangan Norwegia di babak play-off dengan agregat 3-1. Akan tetapi, kiprah Hongaria di Piala Eropa 2016 diprediksi tidak berjalan lama, pasalnya mereka tergabung di Grup F yang diisi tim-tim yang kini lebih mapan, seperti Portugal, Austria, dan Islandia. Terlebih, masih banyak kelemahan yang harus segera diperbaiki Storck. Salah satunya ialah minimnya kontribusi pemainnya mencetak gol. Tidak ada seorang pemain pun yang mampu mencetak lebih dari dua gol saat ini. “Masih banyak yang harus kami lakukan. Kami harus mempersiapkan tim untuk laga melawan Austria dan kami akan berlatih keras," tutupnya. (Berbagai sumber/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya