SKUAT Argentina dihuni pemain-pemain berkualitas yang mayoritas bermain di kompetisi Eropa.
Namun, tim 'Tango' masih kesulitan untuk menampilkan permainan terbaiknya di Copa America 2015.
Lionel Messi, Sergio Aguero, Carlos Tevez, Gonzalo Higuain, dan Ezequiel Lavezzi menjadi jaminan di lini depan klub masing-masing.
Itu belum ditopang gelandang-gelandang top, seperti Angel Di Maria, Ever Banega, dan Javier Pastore.
Namun, semua pemain itu tak cukup menyatu dan sejauh ini 'gagal' menunjukkan kapasitasnya.
Skuat Gerardo 'Tata' Martino itu memang bisa melaju ke semifinal setelah mengalahkan Kolombia 5-4 lewat adu penalti terpanjang selama sejarah Copa America di Vina del Mar, Cile, kemarin pagi.
Akan tetapi, kemenangan Argentina itu tak lepas dari keberuntungan karena pemenang harus melalui adu tos-tosan.
Messi yang sukses sebagai eksekutor pertama pun harus dibuat waswas sebelum Carlos Tevez memastikan langkah runner-up Piala Dunia 2014 tersebut.
"Luar biasa. Saya pikir tadi merupakan pertandingan terbaik tim ini karena terus menciptakan peluang. Mereka (Kolombia) tak bisa melakukan apa-apa," ujar Messi kepada Ole.
"Yang terpenting ialah kami bermain dengan bagus dan kami terus melaju. Di luar adu penalti, kami layak menang," tambahnya.
Mandulnya Messi dan rekannya di lini depan tentu tak boleh berlanjut mengingat lawan berat sudah menunggu di babak semifinal, yakni antara Brasil dan Paraguay.
"Kami tampil dominan selama 90 menit. Kami berhasil meredam mereka dengan cara kami menekan lawan. Saya ingat Kolombia hanya punya peluang sundulan dari sepak pojok," ujar Martino kepada Soccerway.
"David Ospina merupakan bintang lapangan, tapi di laga-laga sebelumnya juga ada seperti itu," sambungnya.
Empat tahun lalu, pemain yang musim depan akan bergabung dengan Boca Juniors itu menjadi pecundang karena membuat Argentina gagal menjadi juara setelah tendangan penaltinya gagal membuahkan gol.
Dalam laga kali ini, baik Argentina maupun Kolombia sama-sama punya satu eksekutor gagal dari lima penendang pertama.
Lalu, babak berlanjut ke babak sudden death. Tevez maju sebagai eksekutor ketujuh dan kali ini ia sukses menaklukkan David Ospina.
"Tuntas sudah tugas kami di fase ini. Hari ini kemenangan untuk rekan-rekan setimku karena kami bermain fantastis dan aku sangat bangga pada tim ini," ujar Tevez. "Bisa lolos ke semifinal berarti kami tampil sangat baik," sambungnya.
Pantas menang Pelatih Kolombia Jose Pekerman menyesali kegagalan Kolombia lolos ke semifinal.
Meski demikian, Pekerman menganggap Argentina memang tampil lebih baik dan pantas menang.
Pekerman sadar jika bukan karena kegemilangan David Ospina di bawah mistar, Kolombia bisa saja kebobolan banyak gol di waktu normal.
"Argentina bermain sangat baik dan kami sangat kesulitan di babak pertama," ujar Pekerman.
"Kami banyak kehilangan bola, kami mencoba bermain melebar tapi gagal, dan kami mencoba menekan sejak awal, tapi kami tidak mendapat ritmenya," sambungnya.
"Kami lebih baik di babak kedua dan membuat beberapa peluang, tapi Argentina lebih baik. Kami harus berlapang dada menerima hasil ini, tapi kami jelas kami sangat kecewa tersingkir dari kompetisi ini," pungkas mantan pelatih timnas Argentina pada 2004-1006 itu. (AFP/AP/R-1)