Alih Fungsi Lapangan, Kemenpora Minta PP Pelti Konsisten

Nurul Fadillah
07/6/2016 18:01
Alih Fungsi Lapangan, Kemenpora Minta PP Pelti Konsisten
(Ilustrasi)

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) untuk tetap konsisten dengan keputusan mereka pada rapat 5 April 2016 lalu. Pada rapat tersebut, PP Pelti secara hitam diatas putih telah menyetujui keputusan pengalih fungsi lapangan tenis outdoor mereka menjadi stadion Baseball guna kepentingan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta.

“Saat itu, Kami mengadakan rapat dengan seluruh induk organisasi olahraga, termasuk Pelti. Intinya, kenapa kami kunci dengan berita acara, agar nantinya tak ada perubahan," ujar Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S Dewabroto di Jakarta, Selasa (7/2).

Pekan lalu, PP Pelti menunjukkan keberatannya terkait alih fungsi lapangan luar mereka. Menanggapi protes tersebut, Gatot berharap Pelti mematuhi hasil rapat yang saat itu disetujui oleh Wakil Sekjen PP Pelti Goenawan Tedjo. Pasalnya, persiapan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara Asian Games sudah semakin mepet.

"Kami enggak kecewa dengan sikap mereka tetapi kami harap kalau sudah konsisten jangan berubah. Ini yang kasian KemenPU-nya karena sudah mengagendakan semua termasuk persiapan lelang," tukas Tedjo.

Saat ini, lapangan baseball menyatu dengan lapangan softball Cemara III yang berlokasi di Komplek Olahraga GBK, Jalan Pintu Satu Senayan Jakarta. Namun, kondisi tersebut tidak sesuai dengan standar Asian Games karena baseball harus diadakan di lapangan terpisah.

Pada rapat Komite Koordinasi (CoorCom) keempat bersama Komite Olimpiade Asia (OCA) yang digelar di Bali, 11 Mei 2016 lalu sempat disepakat bahwa lapangan Baseball dan Rugby akan didirikan di luar area kompleks GBK. Namun, tampaknya hal itu masih menjadi perdebatan mengingat tidak ada yang bertanggung jawab untuk urusan pembangunannya.

"Saat ini lapangan sofbol masih menjadi satu dengan bisbol, di Asian Games tak bisa seperti itu karena harus terpisah. Tapi, kalau keluar dari GBK, sesuai Instruksi Presiden (Inpers), Kementerian Pu-Pera tidak akan bertanggung jawab untuk pembangunannya sehingga disepakatilah lapangan tennis outdoor untuk lapangan baseball," papar Gatot.

Komplek Stadion Tenis GBK memiliki 21 lapangan yang terdiri atas 1 lapangan dalam ruang (indoor), 2 lapangan utama, dan 18 lapangan luar ruang (outdoor) yang terdiri atas lapangan tanah liat dan lapangan keras. Dalam rencana renovasi GBK, seluruh lapangan outdoor akan dialihfungsikan menjadi lapangan bisbol.

Alasan pengalihfungsian lapangan tersebut, lanjut Gatot, karena tingkat penggunaan lapangan outdoor dianggap kurang maksimal sesuai laporan dari pengelola GBK. Gatot pun menepis kekhawatiran PP Pelti terkait persyaratan Federasi Tenis Internasional (ITF) yang harus mengadakan 10 lapangan tenis untuk bisa diadakan menggelar turnamen. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya