Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Meski Indonesia gagal total di kandang sendiri, setidaknya ada setitik harapan pada bulu tangkis Tanah Air di masa depan dengan kemunculan sejumlah pemain muda.
PUPUS sudah harapan Indonesia untuk mengamankan setidaknya satu gelar pada turnamen BCA Indonesia Terbuka Super Series 2016. Satu-satunya wakil 'Merah- Putih' di Istora Senayan, Jakarta, Ihsan Maulana Mustofa terhenti di laga semifi nal. Pebulu tangkis berusia 20 tahun itu harus mengakui keunggulan andalan Malaysia Lee Chong Wei 9-21, 18-21, kemarin.
Meski kalah, Ihsan banyak menuai pujian. Ia bukan saja dinilai banyak kemajuan, melainkan juga dianggap sebagai simbol kebangkitan para pemain muda Indonesia di kancah internasional. Chong Wei pun memuji kemampuan Ihsan. Ia melihat apa yang ditampilkan Ihsan saat melawan dirinya akan menjadi modal baginya di masa yang akan datang.
"Ihsan memiliki semangat juang yang bagus. Jika dia memiliki banyak kesempatan untuk tampil di turnamenturnamen besar, saya yakin dia bisa masuk top 10 dunia. Gaya main dia juga seperti Taufik (Hidayat)," puji Lee Chong Wei. Selain Ihsan, ia juga memuji dua tunggal putra Indonesia lainnya, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Saat menghadapi Ihsan, Lee Chong Wei memang sempat kewalahan, terutama di set kedua. Hanya berkat pengalamannya, pebulu tangkis nomor satu dunia itu mampu memenangi laga.
"Dari sini saya mulai banyak belajar dari Chong Wei mengenai cara bermainnya, teknik pukulannya, serta ketenangannya di lapangan," ujar Ihsan. Di sisi lain, kendati merasa kecewa dengan penampilan para pemain senior khususnya yang akan menghadapi Olimpiade 2016, manajer skuat Indonesia Ricky Subagja mengaku bangga dengan penampilan para pemain muda. "Sejauh ini, saya cukup gembira para pemain muda justru bisa menunjukkan lebih. Kita tahu ada Ihsan, Jonathan Cristie, dan Anthony Ginting. Dari segi penampilan, mereka cukup bagus juga," ujar Ricky. Pelatih tunggal putra Indonesia Hendri Saputra pun merasa bangga dengan capaian ketiga anak didiknya tersebut.
"Bagus, target saya di Indonesia Terbuka justru sebenarnya hanya sampai delapan besar untuk ketiganya karena tahun lalu Ihsan, misalnya, kalah di kualifi kasi. Tapi sekarang minimal mereka sudah tahu cara bermain, dan kita tinggal tunggu waktu saja," ujarnya. Evaluasi besar-besaran Terlepas dari itu, performa buruk kesepuluh atlet unggulan Indonesia menuai kekecewaan. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, mengungkapkan akan melakukan evaluasi besar-besaran demi memperbaiki performa atlet saat tampil di ajang Olimpiade 2016 nanti.
"Evaluasi lebih kepada cara bermain. Kita harus perhatikan detail apa yang harus diperbaiki para pemain Indonesia. Jadi, kami akan lebih banyak menganalisis permainan tim dan permainan lawan," ujar Rexy. Selain pembenahan dari segi teknis, Rexy pun akan melakukan pembenahan dari segi mental dan cara berpikir para pemain. Pasalnya, yang terlihat selama Indonesia Terbuka rata-rata mereka merasa terbebani untuk menjadi pemenang. "Saya akan evaluasi dengan pelatih dan pemain, keinginan mereka sampai di mana untuk menjadi juara." (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved