Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
|
"MELAYANG bagai kupu-kupu, menyengat bagai lebah. Tangan tak bisa memukul, bila mata tak bisa melihat, " ungkapan itu menjadi salah satu kata-kata yang paling diingat dari peraih tiga kali sabuk juara dunia tinju kelas berat, Muhammad Ali. Kata-kata itu dilontarkan Ali untuk mendeskirpsikan gaya bertarungnya. Ali, petinju yang lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay dan gantung sarung tinju pada 1981 memang dikenal dengan kegarangannya di atas ring. Sebanyak 56 kemenangan dari 61 pertarungannya dengan 37 kali memukul KO lawannya, menjadi bukti sahih kekuatan petinju yang dijuluki ‘the Greatest’ atau yang terbaik itu. Sejak memeluk Islam pada 1964, Ali yang beralih ke profesional usai meraih medali emas Olimpiade Roma, Italia 1960, prestasinya terus melejit ke puncak tinju dunia. Ia tiga kali merebut gelar juara dunia kelas berat, yaitu pada 1964-1967, 1974-1978, dan 1978-1979. Hingga akhirnya Larry Holmes dan Trevor Berbick memaksanya gantung sarung tinju pada 1981. Sebagai petinju Ali tak terlepas dari kontroversi, ia sering memberikan julukan baru yang mengejek lawannya. Namun, Ali juga merupakan seorang aktivis yang garang. Ia dengan tegas menolak Perang Vietnam dengan tidak mengikuti wajib militer pada 1967. Ali juga menjadi aktor utama pembebasan 15 sandera warga Amerika Serikat di Irak sebelum Perang Teluk berkecamuk. Usai pensiun, Ali dibekap penyakit Parkinson yang membuatnya semakin jarang muncul di publik. Tapi, kepedulian sosialnya tidaklah pudar dengan mendirikan Muhammad Ali Parkinson Center. Di usia senja, Ali masih mau melakukan pertarungan amal pada April lalu di Arizona, AS untuk mendanai yayasannya. Sepekan terakhir, Ali yang kini berusia 74 tahun itu terbaring lemah di Rumah Sakit di Phoenix, Arizona, akibat kesulitan bernafas. Hingga akhirnya, sang legenda menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (2/6) malam waktu setempat. Ali meninggal dalam tenang dikelilingi oleh keluarga dekatnya. Sang legenda rencananya akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Louisville, Kentucky. "Sebagai pria yang tidak pernah 'menjual' orang-orangnya. Namun, bila itu terlalu berlebihan, kenanglah saya sebagai petinju yang baik dan saya tidak akan marah jika tidak disebutkan betapa tampannya saya," kata pria yang menyalakan api Olimpiade Atlanta, AS, 1996, dan pembawa bendera Olimpiade London, Inggris, 2012, itu ketika ditanya ingin dikenang seperti apa. (BBC/AP/Gnr/OL-5) |
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved