Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TURNAMEN bulu tangkis Indonesia Terbuka Super Series Premier 2016 boleh jadi bukan prioritas ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari karena tujuan utama mereka tahun ini ialah emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Namun, tersingkir di laga pertama, terlebih di rumah sendiri, merupakan pukulan berat karena mereka ialah salah satu andalan Indonesia.
Greysia/Nitya sebetulnya tengah getol menunjukkan performa terbaik mereka sebelum tiba-tiba musibah cedera lutut kanan menimpa Nitya di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2016, Maret lalu. Meski sempat absen di Piala Uber 2016, Nitya turun kembali di Indonesia Terbuka 2016 dengan kondisi yang belum 100%. Ganda yang mendapatkan bye di babak pertama itu harus tersisih oleh pemain nonunggulan asal Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon, 21-17- 21, 19-21, Kamis (2/6).
Olimpiade tinggal dua bulan lagi. Setelah Indonesia Terbuka 2016, masih ada turnamen Australia Terbuka Super Series dan Taiwan Terbuka Super Series yang menjadi ajang untuk persiapan. Greysia dan Nitya harus segera berganti fokus dan melupakan kekalahan yang cukup memalukan itu.
Greysia berkata, amat mungkin mereka hanya mengikuti salah satu di antaranya. “Kemungkinan Australia Terbuka. Meski Nitya masih belum sembuh 100%, kami memutuskan tetap bermain. Karena kalau hanya istirahat, nanti ketika Olimpiade malah canggung di lapangan akibat asing dengan atmosfer pertandingan,” ujar Greysia.
Nitya menambahkan ia akan bermain ‘aman’ pada turnamen sebelum Olimpiade. Ia khawatir akan kembali dibekap cedera yang akan menghambatnya tampil maksimal di Olimpiade.
Pelatih ganda putri nasional, Eng Hian, mengatakan Nitya tampak sekali masih merasakan trauma pada cedera. Pada saat bertanding, ia terlihat sangat berhati-hati hingga pergerakannya mengejar bola dan menyerang tidak maksimal.
“Kondisinya memang masih begitu, belum 100%. Ada faktor nonteknis juga pada Greysia. Dia juga terlihat khawatir dengan kondisi Nitya,” ujar Eng Hian.
Memang, tampilnya mereka di Indonesia Terbuka 2016 terkesan agak dipaksakan. Namun, Eng Hian mengambil keputusan untuk menurunkan juara Asian Games 2014 itu melalui diskusi panjang dengan mereka.
“Mereka mengaku siap. Lagi pula, ini ajang pemanasan juga untuk Olimpiade. Pelajaran yang bisa kita ambil, pola permainan mereka kemungkinan harus diubah,” ujarnya.
Jika di turnamen super series berikutnya, bahkan di Olimpiade 2016 lutut Nitya masih trauma, Greysia/Nitya harus bermain dengan banyak menerapkan pola defensif. Mereka mau tak mau harus bermain lebih pelan agar tak memforsir lutut Nitya.
“(Olimpiade) masih dua bulan lagi, masih bisa dikondisikan. Setelah ini, faktor nonteknis khususnya mental akan menjadi hal yang lebih penting nanti. Ketika sudah menginjak Olimpiade, siap tak siap, mereka sudah di sana. Persiapan mental itu yang justru banyak saya tekankan,” pungkas Eng Hian. (Mag/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved