Pelajaran untuk Praveen/Debby

(Mag/R-2)
01/6/2016 02:50
Pelajaran untuk Praveen/Debby
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

GANDA campuran utama Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto langsung tersing kir di babak pertama BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Praveen/Debby ditaklukkan Lu Kai/Huang Yaqiong (Tiongkok) dua gim langsung 15-21, 10-21, Selasa (30/5). Setelah menjadi kampiun All England, prestasi Praveen/ Debby memang kurang menggembirakan. Keduanya kerap terhenti di babak-babak awal turnamen bergengsi yang diikuti sepanjang 2016. “Setelah All England, permainan kami sudah dipelajari lawan-lawan kami.

Mereka jadi lebih waspada dan tahu pola permainan kami seperti apa. Sebetulnya kami harus keluar dari pola itu. Saat ini kami hanya berpikir menuju Olimpiade Rio de Janeiro. Ini adalah pembelajaran luar biasa buat kami,” kata Debby. Memang, kali ini ialah pertemuan keempat kedua pasangan. Pertemuan mereka selalu sengit. “Di pertandingan hari ini, kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Postur tubuh Lu yang tinggi membuatnya punya jangkauan panjang dan dia sering menurunkan bola, ada kencang dan pelannya,” kata Debby lagi.

Praveen mengaku menyesal atas penampilannya yang kurang maksimal. Karena tampil di kandang sendiri, Praveen/Debby sebetulnya berharap bisa menampilkan yang terbaik. “Dari awal kami sudah di bawah tekanan, sampai akhir pertandingan juga tidak bisa keluar dari tekanan.” Kekalahan itu akan dijadikan bahan pembelajaran buat Praveen/Debby yang kini berada di peringkat ke-8 dunia.

Keduanya akan mendampingi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ajang akbar Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Sementara itu, Tontowi/ Liliyana berhasil melaju dengan mudah ke babak kedua. Pasangan unggulan kedua tersebut mengalahkan Sawan Serasinghe/Setyana Mapasa, 21-10, 21-6. (Mag/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya