IMBAS dugaan korupsi di FIFA ternyata juga berimbas kepada Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol). Saat ini mereka mengaku tidak memiliki cukup dana. Lalu ke mana perginya uang Conmebol?
Tidak masuk akal jika organisasi sebesar mereka kehabisan uang. Padahal, Conmebol mendapatkan uang dalam jumlah besar dari sponsor dan hak siar televisi untuk Copa America kali ini. Jika itu yang terjadi, turnamen Copa America yang juga hajatan Conmebol terancam tidak akan memberikan hadiah.
Menurut Wakil Presiden Conmebol Wilmar Valdez yang juga Presiden Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF), korupsi gila-gilaan di berbagai level federasi sepak bola membuat publik pesimistis dengan kinerja para petingginya. "Saat ini Conmebol sama sekali tidak memiliki uang di rekening mereka," terang Valdez kepada Ovacion Digital.
Valdez menduga uang milik Conmebol sudah disalurkan ke rekening khusus yang diduga dipakai untuk mengedarkan uang yang dikorupsi. Namun, uang hasil korupsi itu saat ini sudah dibekukan FBI menyusul penangkapan beberapa waktu lalu.
Tak mengherankan jika kini petinggi Conmebol kelimpungan mencari dana hanya untuk membayar hadiah Copa sebesar US$10 juta. Bahkan uang akomodasi tim dan lain-lain sama sekali belum dibayarkan.
Timnas Venezuela, misalnya, yang telah tersingkir dari Copa sempat kebingungan. Presiden federasi mereka dipenjara di Swiss, sedangkan rekening federasi dibekukan juga. Mereka juga tidak mendapatkan uang akomodasi dan partisipasi dari Conmebol. Alhasil, pemerintah Venezuela terpaksa memulangkan para pemain mereka dengan pesawat sewaan.
Selain soal finansial, penyelenggaraan Copa America tengah dipusingkan dengan polusi asap. Santiago yang menjadi salah satu kota penyelenggara saat ini dipenuhi asap pekat. Bahkan pemerintah Cile memberikan status darurat atas polusi udara yang terjadi itu.
Jalanan di Santiago yang biasanya padat oleh lalu lintas dan aktivitas lain terlihat lengang, kemarin, menyusul status yang diberlakukan otoritas. Santiago terlihat diselimuti kabut asap pekat.
Menteri Kesehatan Cile Carmen Castillo meminta masyarakat untuk lebih menjaga anak-anak dan orangtua agar menghindari aktivitas di luar ruangan bila tidak benar-benar penting.
Pemberlakuan status darurat atas polusi udara itu, yang terjadi untuk pertama kali dalam 16 tahun terakhir, akan berlaku hingga Selasa (23/6). Akan tetapi, bila tidak ada perkembangan signifikan semisal turun hujan yang bisa membantu mengurangi polusi itu, status darurat bisa diperpanjang.(AFP/AP/Era/R-4)