Saatnya Cile Tuai Prestasi

Satria Sakti Utama
24/6/2015 00:00
Saatnya Cile Tuai Prestasi
(AP/DRAGOMIR YANKOVIC/AFP/FADEL SENNA)
PERFORMA tuan rumah Cile sedang oke. Dari tiga pertandingan, mereka menang dua kali dan tidak kalah. Status tuan rumah juga menjadi salah satu alasan Cile lebih diunggulkan ketimbang Uruguay pada perempat final Copa America di Stadion Nasional Julio Martinez Pradanos, besok pagi.

Cile belum pernah menjadi yang terbaik di Amerika Selatan. Prestasi terbaik mereka ialah runner-up pada 1987. Sementara itu, Uruguay juara bertahan lolos ke perempat final dengan status 'tidak meyakinkan'. Mereka hanya menduduki tempat ketiga di Grup B satu dari dua tim peringkat ketiga terbaik yang lolos ke babak knock-out--dengan nilai 4 dari empat laga.

Apa pun statistik kedua tim, ada catatan menarik terkait dengan posisi tuan rumah. Dalam lima edisi terakhir, hanya satu kali tim tuan rumah berhasil menembus babak semifinal, yaitu Kolombia pada 2001. Kala itu, mereka tampil sebagai juara. Cile terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1991, ketika finis di peringkat ketiga.

Di lain hal, Uruguay selalu lolos ke semifinal dalam lima edisi terakhir berturut-turut. Dua tahun lalu, tim besutan pelatih Oscar Tabarez itu jadi juara di Argentina, setelah mengalahkan Paraguay 3-0.

"Cile tampil mendominasi, sama seperti di pertandingan lainnya. Kami berada dalam level yang lebih tinggi. Cile tak akan mengubah gaya di babak perempat final. Bermain seperti ini merupakan cara untuk mengalahkan tim-tim besar yang akan kami temui," kata pelatih Cile Jorge Sampaoli.

Gelandang Cile Marcelo Diaz menambahkan timnya sejauh ini ialah yang terbaik di Copa America 2015. Hal itu mengacu performa gemilang mereka di babak penyisihan grup, yakni mengoleksi 10 gol. Jumlah itu menjadi jumlah gol paling tinggi yang dibukukan dari 11 tim peserta lainnya di fase grup.

Catatan gol Cile itu juga mengalahkan dua kandidat juara, Brasil dan Argentina, yang sama-sama baru mengoleksi empat gol. Statistik itulah yang membuat Diaz sesumbar Cile bahwa untuk sementara menjadi yang terbaik dari yang lain.

"Kami sekarang sudah ada di perempat final dan persaingan baru dimulai. Hidup atau mati. Uruguay ialah lawan yang tangguh," kata Diaz.

Meski Cile diunggulkan, Uruguay merupakan tim yang sering menyingkirkan tim tuan rumah di fase knock-out. Sebelum ini, pemilik 15 gelar itu sudah empat kali melakukannya.

Dituntut lebih baik
Akan tetapi, untuk laga kali ini Uruguay dituntut tampil lebih baik lagi ketimbang di fase grup. Setelah mengawali grup dengan penampilan pas-pasan saat mengalahkan Jamaika 1-0 di laga pertama, penampilan Uruguay malah menurun di dua laga berikutnya, yakni kalah 0-1 dari Argentina dan imbang 1-1 dengan Paraguay.

Beruntung juara bertahan Copa America itu masih bisa lolos sebagai salah satu dari dua peringkat ketiga terbaik turnamen tahun ini.

"Saya tidak tahu apakah kami tampil cukup bagus untuk bisa lolos ke fase gugur. Saya senang bahwa kami bisa lolos meski tim mendapat kritik," ujar pelatih Uruguay Oscar Tabarez. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya