TIM nasional Brasil akhirnya berhasil membuktikan mereka masih tetap bertaji meski tanpa kahadiran striker sekaligus kapten tim Neymar. Sebelumnya, Selecao memang sempat diragukan bisa lolos dari babak penyisihan grup setelah ditinggal striker Barcelona tersebut yang diskors empat pertandingan.
Namun, kemenangan 2-1 atas Venezuela pada laga terakhir mereka di babak penyisihan Grup C, kemarin, seperti memupus keraguan tersebut. Berkat kemenangan itu, tim besutan Carlos Dunga tersebut lolos ke fase knock-out dengan predikat sebagai juara grup.
Namun, perjuangan Selecao memang belum berakhir. Mereka sudah ditunggu lawan berat, yakni Paraguay, tim yang dua tahun lalu menyingkirkan mereka di babak yang sama. Itu sebabnya Dunga meminta para pemainnya untuk segera melupakan kemenangan atas Venezuela dan langsung fokus menghadapi perempat final.
"Paraguay telah memperlihatkan kekuatan mereka saat melawan Argentina di pertandingan pertama mereka. Saya pikir mereka akan menjadi lawan tangguh," tutur Dunga.
"Saya pikir itu akan menjadi laga yang sulit. Semua tim yang tampil di turnamen ini sangat kuat. Paraguay sukses melaju ke final dua tahun lalu setelah mengalahkan kami. Jadi mengalahkan mereka di semifinal akan menjadi sesuatu yang istimewa buat kami," timpal bek Thiago Silva.
Saat menghadapi Venezuela di Stadion Monumental David Arellano, Brasil memang memberi bukti bahwa mereka belum habis. Dunga dengan cerdik mengisi kekosongan Neymar dengan pola permainan yang lebih pragmatis.
Skema tersebut terbukti manjur. Itu bisa dilihat dari dua gol mereka ke gawang Venezuela yang dicetak Thiago Silva (9') dan pemain muda Hoffenheim Rooberto Firmino (51'). Satu-satunya gol Venezuela dicetak Nicolas Fedor (84').
"Copa America merupakan ajang yang sulit. Sekarang kami harus bermain untuk menang. Tahap terakhir ialah tidak ada ruang untuk salah langkah," ungkap Dunga
Sementara itu, pelatih Venezuela Noel Sanvicente mengaku kecewa karena kekalahan dari Brasil membuat mimpi Venezuela ke babak delapan besar pupus. Padahal, mereka hanya membutuhkan hasil seri untuk bisa melaju. Dewi fortuna Pada bagan lain, dewi fortuna masih terus memihak Kolombia setelah memastikan satu tiket babak delapan besar dengan finis sebagai salah satu dari dua peringkat ketiga terbaik. Hanya meraih hasil kacamata melawan Peru, skuat Jose Pekerman tersebut harus menggantungkan nasib dengan laga lainnya, yakni Brasil kontra Venezuela.
Beruntung, La Vinotinto julukan Venezuela tersungkur di tangan Brasil dan harus rela menempati posisi buncit klasemen Grup C.
Sebaliknya, nasib lebih baik diterima Peru yang sudah cukup meraih hasil seri untuk meraih satu tiket delapan besar tanpa harus menunggu pertandingan lain.
Meskipun kembali meriah hasil yang kurang maksimal, Pekerman menilai skuat asuhannya tidak bermain buruk. "Kami selalu berusaha untuk menang dan kami sangat dekat dengan itu." (AP/AFP/R-4)