Indonesia Andalkan Sektor Ganda di BCA Open 2016

29/5/2016 20:26
Indonesia Andalkan Sektor Ganda di BCA Open 2016
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

INDONESIA masih mengandalkan sektor ganda di ajang BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 dan menargetkan tiga gelar dari nomor tersebut. Indonesia Open akan digelar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 30 Mei hingga 5 Juni 2016 dengan hadiah total US$ 900 ribu.

"Sektor ganda masih jadi tumpuan," kata Tim Manajer PP PBSI, Ricky Soebagja, saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (29/5).

Indonesia gagal meraih satu gelar pun pada perhelatan Indonesia Open tahun lalu. Pasangan ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang saat itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia ke partai final harus mengakui keunggulan pasangan China Tang Jinhua/Tian Qing dengan skor 11-21, 10-21.

"Ganda campuran, ganda putra dan juga ganda putri yang kita andalkan. Semua atlet yang turun di turnamen ini sudah siap 100 persen. Karena itulah, kami memasang target untuk bisa meraih tiga gelar di sektor ganda," jelas Ricky.

Tahun ini, ganda putri Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari masih memanggul harapan besar sebagai salah satu nomor yang diandalkan.

"Kondisi Nitya memang belum begitu pulih tapi mau tidak mau harus turun karena untuk penentuan daftar unggulan di Olimpiade dan mereka kan masuk sepuluh besar jadi mau tidak mau harus turun," kata Ricky.

Sementara itu, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan menjadi motor bagi nomor ganda putra. Juara dunia tahun lalu ini tentu memiliki harapan untuk bisa mengulang suksesnya di tahun 2013. Mereka akan turun bersama junior mereka dari Pelatnas, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hardianto/Kenas Adi Harynato, Berry Angriawan/Rian Agung Saputro.

Indonesia bisa menambah empat wakil tunggal putri untuk berlaga di babak utama. Kualifikasi sektor ini dipenuhi oleh srikandi-srikandi tanah air. Mereka akan melengkapi kehadiran Lindaweni Fanetri, Hanna Ramadini, Fitriani, dan Maria Febe Kusumastuti.

Ratchanok Inthanon asal Thailand tentu tak mau begitu saja kehilangan gelarnya. Persaingan di nomor ini pun dipastikan akan kembali sengit. Carolina Marin dalam dua minggu terakhir bahkan sudah berlatih di Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen ini.

"Untuk pemain tunggal putra yang muda-muda bisa jadi ajang mencari pengalaman dan untuk tambah peringkat. Sedangkan tunggal putri, kalau Linda bisa masuk ke semifinal itu bagus banget, tunggal putri yang lain jadi ajang meraih poin dan sharing pengalaman," tutur Ricky. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya