Wilayah dengan Individu Makmur Terbanyak

MI
23/6/2015 00:00
Wilayah dengan Individu Makmur Terbanyak
()
POPULASI individu dengan kekayaan bersih tinggi atau high networth individuals (HNWI) di kawasan Asia Pasifik saat ini mencapai 4,69 juta orang. Angka itu melampaui jumlah HNWI di Amerika Utara.

Demikian diungkap dalam laporan World Wealth Report yang dilansir pada Kamis (18/6). Angka tersebut juga merupakan yang tertinggi di dunia hingga saat ini.

HNWI didefinisikan sebagai orang-orang yang memiliki kekayaan yang dapat diinvestasikan dengan nilai lebih dari US$1 juta. Jumlah tersebut tidak termasuk tempat tinggal utama, barang-barang koleksi, dan barang-barang yang bisa habis dipakai.

Dari laporan terbaru populasi HNWI global, Asia Pasifik dinobatkan sebagai wilayah dengan HNWI terbanyak. Data tersebut mengungkap jumlah HNWI di seluruh dunia mencapai 14,6 juta orang dengan kekayaan rata-rata mencapai US$56,4 triliun pada 2014. Adapun di Amerika Utara, yang merupakan wilayah dengan HNWI terbanyak sebelumnya, tercatat ada 4,68 juta HNWI.

Laporan terbaru itu menegaskan Asia Pasifik sebagai wilayah dengan pertambahan tercepat HNWI di dunia, yakni mencapai 9%. Angka tersebut melebihi Amerika Utara yang mengalami kenaikan 8% saja. Adapun Eropa hanya menyentuh angka 4%.

Kekayaan HNWI di Asia Pasifik juga tercatat sebagai yang paling cepat bertambah, mencapai 11,4%. Jepang, Australia, dan Tiongkok merupakan negara yang berandil paling besar dalam mendorong pertumbuhan populasi HNWI di kawasan Asia Pasifik. Dari perspektif tingkat negara, pertumbuhan populasi HNWI di Tiongkok dan AS melaju 52%.

Dari laporan tersebut, kekayaan HNWI secara global diperkirakan tumbuh sekitar 8% per tahun dalam periode 2014 hingga 2017. Angka kekayaan HNWI diprediksi mencapai US$70,5 triliun dengan Asia Pasifik sebagai pemimpin.

Pertumbuhan populasi kaum kaya raya itu menjadi mesin utama pertumbuhan produk mewah. Tahun lalu, kaum HNWI menyumbang lebih dari 19% total belanja pasar barang mewah di dunia. (Channel News Asia/Pra/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya