Vujovic Resmi Tinggalkan Persib

Sat/persib.co.id/R-4
23/6/2015 00:00
Vujovic Resmi Tinggalkan Persib
(ANTARA/NOVRIAN ARBI)
KETIADAAN kompetisi di Tanah Air memaksa bek Persib Bandung Vladimir Vujovic memutus kontraknya. Menurut pemain asal Montenegro tersebut, keputusannya itu diambil lantaran sampai kini sinyal akan bergulirnya lagi kompetisi tidak kunjung ada.

"Saya merasa tidak ada ruang di sini. Tidak ada liga dan tidak tahu kapan bergulir kembali. Tidak ada yang bisa memberikan kepastian kapan kompetisi bergulir kembali," ungkap Vujovic, kemarin.

Dengan kondisi sekarang ini, Vujovic mengaku tidak memiliki penghasilan sama sekali untuk menghidupi keluarganya. Itu juga yang menjadi alasan utama Vujovic memilih meninggalkan Persib, yakni untuk mencari peruntungan di negara lain.

Meskipun demikian, bek 32 tahun itu mengaku bahagia selama dua musim membela panji Pangeran Biru julukan Persib. Raihan gelar Indonesia Super League (ISL) pada musim lalu menjadi kenangan terindahnya. Ia pun tidak lupa mengucapkan terima kasih atas pengalaman yang luar biasa di Persib, khususnya untuk para bobotoh.

"Di sini punya kerja sama yang bagus dari semua elemen, terutama bobotoh. Mereka selalu mendukung bukan hanya kepada saya tapi kepada tim. Pengalaman yang tidak terlupakan selama 1,5 tahun di Indonesia dan saya ucapkan terima kasih. Saya selalu mengingat Bandung dengan hal yang baik," tutupnya.

Sementara itu, Djajang Nurjaman merasakan dampak lain dari sanksi FIFA yang kini menghukum Indonesia. Kursus lisensi kepelatihan A AFC yang akan digelar pada 27 Juli-25 Agustus batal digelar.

"Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semoga sanksi FIFA segera dicabut karena hanya pencabutan jalan keluarnya. Kursus di negara lain juga tidak bisa," ujar Djanur.

Sebelumnya, Djanur sapaan Djajang tidak diperkenankan menjadi pelatih Persib Bandung saat melakoni kompetisi Liga Champion Asia karena belum memenuhi prasyarat minimal Kepelatihan Lisensi A. Selain Djanur, terdapat beberapa sosok lain yang direncanakan mengikuti kursus kepelatihan tersebut, salah satunya ialah asisten pelatih Arema Cronus Joko Susilo. Pada bagian lain, pelatih Persija Rahmad Darmawan menilai keinginan sejumlah pemain muda Indonesia untuk beralih profesi menjadi tentara sebagai hal wajar.

"Saya kira ini wajar, pemain ingin masuk TNI untuk menjamin masa tua ketika tidak bisa lagi bermain bola," ungkap RD. Sebelumnya, dikabarkan bahwa sejumlah pemain timnas U-23, yakni Manahati Lestusen, Teguh Amirudin, Adam Alis, Ravi Murdianto, Abduh Lestaluhu, dan Wawan Febriyanto berencana menjadi tentara lantaran kondisi sepakbola nasional yang tak menentu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya