Dikebut,Pembangunan Veledrome hanya Butuh 24 Bulan

(Gnr/Put/R-3)
26/5/2016 03:40
Dikebut,Pembangunan Veledrome hanya Butuh 24 Bulan
(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

PEMBANGUNAN venue velodrome di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dijanjikan bisa rampung hanya dalam waktu 24 bulan. Artinya, pada sekitar Juni 2018, sarana tersebut sudah bisa dipakai sebagai tempat perlombaan cabang olahraga balap sepeda Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. "Saat membangun velodrome di Australia dan Brasil, dibutuhkan waktu empat tahun. Namun, di sini bisa kita persingkat dan tentunya sesuai dengan standar Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI)," ujar Direktur ES Global, Olly Watts, di Jakarta, Rabu (25/5).

ES Global merupakan satu-satunya kontraktor yang menyanggupi pembangunan velodrome Rawamangun dalam tempo 24 bulan pada akhir masa lelang. Menurut keterangan perusahaan asal Inggris itu, proses pembangunan membutuhkan biaya sekitar US$40 juta (sekitar Rp120 miliar). "Proses demolisi sudah selesai dan kini tinggal proses rekonstruksi yang diharapkan selesai pada Juni 2018," tambah Watts. Saat menjawab wartawan, Watts mengakui waktu dan biaya pembangunan sarana itu lebih singkat dan murah ketimbang tempat lain. Sebagai perbandingan, lanjutnya, pembangunan tempat serupa di Inggris membutuhkan waktu lebih panjang dan biaya empat kali lipat lebih besar daripada di Indonesia.

Namun, Watts menggaransi, kualitas velodrome di negara kita bakal sama persis dengan di sana. Pemimpin arsitek velodrome Indonesia, Richard Coulson, menjelaskan venue tersebut akan memiliki panjang lintasan 250 meter sesuai standar UCI. Velodrome akan berkapasitas 2.000 tempat duduk dan dapat ditambah 1.000 tempat duduk lagi. Lintasan velodrome juga menggunakan kayu siberian larch yang tahan segala jenis cuaca. Velodrome itu juga dilengkapi fasilitas olahraga futsal dan bulu tangkis.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya