Pembangunan Velodrome Butuh Dana Setengah Triliun

Putri Anisa Yuliani
25/5/2016 17:48
Pembangunan Velodrome Butuh Dana Setengah Triliun
(Felt Bicycles via AP)

PEMBANGUNAN arena balap sepeda (velodrome) sebagai persiapan perhelatan Asian Games 2018 memakan dana US$40 juta atau sekitar Rp545,6 miliar. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Satya Heragandhi mengatakan dana tersebut sepenuhnya ditanggung oleh Jakpro.

Satya menyebut groundbreaking velodrome akan dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun Jakarta pada bulan Juni mendatang dan ditargetkan selesai dalam waktu 24 bulan yakni Juni 2018.

Dengan spesifikasi internasional dan jangka waktu yang pendek, Satya mengatakan banyak vendor internasional yang mengundurkan diri hingga akhirnya hanya ES Global, vendor asal Inggris yang juga membangun velodrome untuk Olimpiade London 2012 yang berani menawarkan diri menjadi konsultan proyek di Jakarta.

"Sebagai perbandingan, velodrome London membutuhkan waktu 3 tahun untuk pembangunan dengan dana empat kali dari anggaran kami. Harus diakui ini proyek yang sangat sulit tapi kami tetap percaya diri untuk bisa menyelesaikannya tepat waktu," kata Satya, Rabu (25/5).

Untuk dapat mepercepat pembangunan, sebelum tahap groundbreaking, Satya menjelaskan Jakpro sudah melalukan beberapa tahapan pendahuluan seperti penghancuran bangunan velodrome lama dan pematangan lahan.

Awalnya dana yang disiapkan adalah US$30 juta. Namun, anggaran membengkak karena dibutuhkan penyesuaian terhadap desain serta pemenuhan terhadap persyaratan internasional yang berkaitan dengan bahan dan materi kostruksi bangunan.

Untuk memenuhi kebutuhan transportasi, Satya menyatakan pemenuhan bus rapid sistem (BRT) yakni bus Trans Jakarta koridor 4 harus diperbanyak. Selain itu, pihaknya juga harus mengebut pengerjaan kereta ringan atau light rail transit (LRT) koridor 1 yang memiliki rute Kelapa Gading-Jalan Kayu Putih Raya-Velodrome.

"LRT mutlak harus dibangun karena fleksibilitasnya yang mampu bermanuver di lahan sempit meskipun kecepatannya rendah dan daya angkutnya lebih sedikit," kata Satya.

Saat ini pihaknya sedang menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 99 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di DKI Jakarta dan Peraturan Pemerintah (PP) No 79 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Sementara itu, arsitek dari COX Architecture yang membuat desain velodrome mengatakan, dengan dimensi arena dalam 30 meter kali 70 meter, ia membuat velodrome memiliki banyak fungsi yakni bisa menyediakan lapangan untuk cabang olahraga lain seperti futsal dan bulutangkis dan juga bisa dimanfaatkan menjadi pusat pembinaan bagi olahraga sepeda. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya