PARA pengacara Brasil tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas sanksi empat pertandingan yang didapat kapten the Selecao Neymar.
Diungkapkan arsitek Brasil Dunga, para ahli hukum Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) akan berjuang melawan ketidakadilan tersebut.
"Para ahli hukum CBF akan merespons semua tindakan yang dikenakan terhadap Neymar," tegas Dunga, kemarin.
Petualangan Neymar bersama Brasil di Copa America 2015 memang bisa dipastikan sudah berakhir setelah diganjar skor empat pertandingan bahkan meski Selecao lolos ke final sekalipun.
Padahal, sebelumnya Komisi Disiplin Copa America hanya menjatuhkan hukuman dua laga untuk Neymar lantaran ulahnya menendang bola yang mengenai punggung Pablo Armero selepas laga dan menanduk Jeison Murillo saat ditenangkan.
Hukuman untuk Neymar bahkan sempat dikurangi menjadi satu laga oleh CONMEBOL.
Namun, setelah pertemuan pada Jumat (19/6) lalu, komdis memutuskan untuk menjatuhkan hukuman empat laga kepada Neymar.
Alasan mereka ialah ia juga menghina wasit.
"Keputusan itu tidak normal. Kami tidak ingin apa-apa kecuali keseimbangan," kata Dunga lagi.
Sepak bola Brasil memang masih dalam tahap pemulihan pascakehancuran di putaran final Piala Dunia 2014.
Namun, insiden Neymar itu seperti merusak segalanya.
Itu sebabnya tidak semua publik Brasil setuju bahwa Neymar harus dibela.
Bahkan dalam satu survei yang dilakukan Lancenet, sebuah publikasi olahraga, sebanyak 67% responden setuju Neymar diskor empat pertandingan.
"Neymar memang pemain bagus, tapi dia tidak bertanggung jawab, jadi pantas dapat hukuman itu. Tim tidak boleh bergantung padanya," tukas mantan pelatih kiper Brasil Emerson Leao.