Polri Selidiki Dugaan Pengaturan Skor

Sat/Gnr/M-6
21/6/2015 00:00
Polri Selidiki Dugaan Pengaturan Skor
Pemain Timnas Indonesia Wawan Pebriyanto tidak mampu melewati pemain Vietnam pada laga memperebutkan medali perunggu pertandingan sepak bola SEA Games di National Stadium, Singapura.(MI/AGUNG WIBOWO)

DUGAAN praktik pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia kini memasuki babak baru. Pihak kepolisian mengaku mulai melakukan penyelidikan. Namun, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengakui bahwa data dan bukti skandal pengaturan skor yang telah disampaikan seorang pria berinisial BS belum lengkap.

"Sebenarnya apa yang dilaporkan BS butuh pengembangan oleh kepolisian. Apakah inisiatif harus dari pelapor, kan tidak. Ini kan BS sudah melaporkan dan seharusnya kini menunggu inisiatif dari kepolisian untuk melakukan pendalaman," ujar kuasa hukum BS yang tergabung dalam tim advokasi #IndonesiaVsMafiaBola, Muhammad Isnur, saat dihubungi, kemarin.

Meskipun demikian, Isnur mengaku pihaknya akan melengkapi laporan yang disampaikan ke Bareskrim Mabes Polri, besok atau Senin (22/6).

"Kita sudah siapkan untuk lengkapi laporan dari BS karena kemarin yang dilaporkan BS belum semuanya. Yang dilaporkan nanti berupa nomor rekening, nomor telepon susulan, dan lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, mantan anggota Tim Sembilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto menyebutkan bahwa Bareskrim Polri telah menghubunginya untuk mendalami informasi yang terkait dengan pengaturan skor.

Seperti diberitakan, Tim Sembilan sempat didatangi perantara bandar pengaturan skor dalam rapat pada 4 Maret lalu. Sosok whistle blower yang bertemu dengan Tim Sembilan kala itu diduga ialah BS.

"Saya dikasih tahu katanya ada orang Bareskrim mau tanya ke Kemenpora masalah itu. Kami sendiri siap memberikan informasi mengenai apa yang terjadi pada rapat 4 Maret itu kepada pihak berwajib. Saya rasa sama, siapa lagi BS selain dia," ungkap Gatot.

BS yang kini menjadi justice collaborator juga mengaku tahu tentang pengaturan skor Indonesia melawan Vietnam pada SEA Games di Singapura lalu dan menyatakan telah menghubungi bandar asal Malaysia sehari sebelum pertandingan. Namun, pelatih timnas U-23 Aji Santoso membantah keras tudingan tersebut.

"Itu tuduhan yang keji. Jangan ngawur," ujarnya.

Aji mengatakan tuduhan tersebut akan melukai para pemain yang sudah berjuang mati-matian di lapangan.

"Saya seribu persen siap bertanggung jawab jika hal itu terjadi!"



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya