Venue Cabang Ski Air PON 2016 Kemungkinan Dipindah

Depi Gunawan
20/5/2016 21:06
Venue Cabang Ski Air PON 2016 Kemungkinan Dipindah
(ANTARA/Rosa Panggabean)

PENGURUS Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) Pusat memberi isyarat jika cabang olahraga ski air pada PON XIX Jabar bisa dipindah dari Waduk Saguling Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Masalahnya karena di sekitar venue masih terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki, salah satunya keberadaan ribuan eceng gondok yang menutupi sebagian track ski air.

Nasir Kadir selaku Tekhnikal Delegasi Cabang Ski Air PB PON Pusat menuturkan, lokasi Waduk Saguling sebetulnya sudah memenuhi standar internasional untuk cabang olahraga ski air pada perhelatan PON mendatang, namun ada beberapa hal. Yang harus segera diperbaki minimal dua bulan sebelum PON digelar.

"Hasil pantauan kami, venue ini yang terbaik, kondisinya sudah dinyatakan siap 100 persen. Tapi yang sedikit menggangu adalah eceng gondok karena arena ski air itu harus bersih," katanya, Jumat (20/5).

Selain itu, meski kondisi exiting ski air ini terbaik di Indonesia, namun belum ada jaminan kondisi debit air bisa sesuai standar yang diharapkan hingga pelaksanaan PON September 2016 mendatang. Berdasarkan pengalaman Pra PON pada bulan September tahun lalu, debit air di veneu tersebut sempat surut dan tak bisa digunakan. Akibatnya, babak kualifikasi Pra PON harus dipindah ke Jakarta.

"Yang kedua, belum ada jaminan debit air normal seperti ini. Jangan sampai kejadian tahun kemarin terulang lagi. Idealnya kedalaman air 3 meter," tuturnya.

Pihaknya khawatir jika hal itu bisa terjadi pada saat pelaksanaan nanti sehingga PB PON tidak bisa menjamin venue ski air di Waduk Saguling ini dapat terselenggara dengan lancar. Karena itu, PB PON memberi catatan kepada Sub PB PON Kabupaten Bandung Barat agar venue ini bisa segera dibenahi dan selesai Juni mendatang.

"20 Mei adalah batas akhir tanda tangan surat kelayakan venue. Jika belum ada jaminan, kami tidak mau menandatangani surat kelayakan itu," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya