KEMBALI menjadi kampiun di lapangan rumput Wimbledon menjadi target utama Roger Federer. Petenis Swiss itu ingin menembalikan nama besarnya di kompleks tenis All England yang mulai meredup.
"Wimbledon merupakan tujuan besar saya tahun ini. Dan, saya senang dengan kondisi sekarang," ungkap Federer seperti dikutionUSA Today kemarin.
Federer, 33, memang sebelumnya dikenal sebagai 'Raja Wimbledon'. Sudah tujuh kali dirinya menjadi kampiun, lima di antaranya beruntun dari 2003-2007 serta pada 2009 dan 2012.
Tahun lalu, ia mampu menembus final sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan petenis Serbia Novak Djokovic. Kemudian, pada 2013, ia hanya mampu bertahan hingga putaran kedua setelah disingkirkan petenis Ukraina Serhiy Stakhovsky.
Untuk kembali merebut supremasi di Wimbledon, Federer saat ini sedang melakukan 'pemanasan' di turnamen ATP Halle Open. Di turnamen lapangan rumput yang telah tujuh kali dijuarainya, Federer sudah memastikan lolos ke perempat final setelah menundukkan petensi Latvia Ernests Gulbis 6-3, 7-5 dan akan menghadapi petenis AS Florian Mayer di babak selanjutnya.
"Saya tetap berada di sini untuk melakukan hal yang bagus yaitu memenangkan turnamen, memenangkan Wimbledon. Ini adalah musim lapangan rumput dan saya berpikir ke depan. Saya punya gambaran jelas apa yang harus didapat bulan depan," ungkap Federer.
Tentang Djokovic, Federer mengakui masih merupakan pesaing terberat. Walau tidak tampil di lapangan rumput sebelum Wimbledon, petenis Serbia itu dinilai Federer merupakan favorit juara.
"Dengan apa yang telah dicapainya tahun ini dan gelar di Wimbledon tahun lalu, ia akan menjadi favorit. Ia akan kembali tampil dengan baik," ujar Federer.
Walau mengakui Djokovic menjadi favorit terkuat, Federer menegaskan dirinya siap bersaing. Ia bahkan berharap bisa kembali bertemu Djokovic di Wimbledon untuk membalaskan kekalahan tahun lalu.
"Berharap saja kondisi saya bagus di Wimbledon nanti. jika kembali bertemu, itu mungkin akan menjadi pertarungan terakhir kami di Wimbledon," jelas Federer.
Wawrinka tersingkir Dari turnamen Queen's Club, Inggris, Stanislas wawrinka tersingkir di babak kedua. Unggulan kedua asal Swiss itu tidak mampu melewati hadangan pemain Afrika Selatan Kevin Anderson yang menang 7-6, 7-6. Wawrinka menyusul jejak Rafael Nadal yang sudah tersingkir di babak pertama.
"Saya hanya melakukan satu kesalahan besar saat memiliki set point. Hanya itu. Secara keseluruhan saya bermain cukup baik," ujar Wawrinka.
Di sisi lain, petenis putri Jerman Sabine Lisicki men-cetak rekor baru pukulan aces terbanyak dalam satu laga. Saat menang 6-1, 7-6 atas petenis Swiss Belinda Becic di turnamen WTA Birmingham, Lisicki membukukan 27 aces. Sebelumnya, rekor dipegang petenis Estonia Kaia Kanepi dan Serena Williams dengan 24 pukulan aces di satu laga.
"Senang bisa membuat rekor. Aces merupakan senjata mematikan di lapangan rumput dan saya senang bermain di lapangan rumput," ujar Lisicki. (AP/AFP/R-4)