KEMENTERIAN Luar Negeri Indonesia menyayangkan respons Australia yang meminta Indonesia untuk lebih baik dalam mengamankan perbatasan terkait dengan dugaan suap Australia kepada ABK penyelundup migran. "Kami terkejut. Kami meminta mereka mengklarifikasi, tapi malah mendapatkan pengalihan isu," ujar juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir di Jakarta, kemarin.
"Kami telah menerima laporan juga telah mendapatkan barang bukti yang mendukung. Hal itulah yang kami sampaikan kepada Australia. Kami mengharapkan komitmen dari seluruh negara yang menandatangani konvensi pengungsi dan Bali Process," lanjut Arrmanatha yang biasa dipanggil Tata.
Pada Rabu (17/6), Polda Nusa Tenggara Timur membenarkan pihaknya telah menyita US$31 ribu dari ABK yang membawa 65 imigran. Uang itu diduga merupakan suap dari Australia agar kapal berbalik arah menuju perairan Indonesia.
Tata juga menyebut Indonesia masih menunggu klarifikasi Australia. "Ini proses diplomasi jadi kita terus berkonsultasi. Yang terpenting ialah semua proses ini berjalan dengan terus saling menghormati," imbuhnya. (Pra/I-1)