Menpora Serahkan Kasus Dugaan Mafia Sepak Bola ke Polisi

MI
19/6/2015 00:00
Menpora Serahkan Kasus Dugaan Mafia Sepak Bola ke Polisi
Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)(ANTARA/YUDHI MAHATMA)
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyerahkan tindak lanjut kasus mafia sepak bola kepada pihak kepolisian.

Hal itu diungkapkan Menpora saat menanggapi terkuaknya skandal pengaturan skor yang menimpa beberapa klub di Tanah Air oleh perantara berinisial BS.

"Saya belum mengetahui secara detail. Itu urusan aparat hukum seperti yang terjadi di negara-negara lain dengan kasus serupa," kata Menpora di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Rabu (17/6), mantan pelatih klub Persip Purwodadi Gunawan mengaku adanya keterlibatan warga negara Malaysia bernama Juwahir Saliman sebagai otak pengaturan skor sepak bola di Indonesia. Juwahir atau lebih sering disapa Mr Sen itu memiliki target operasi klub-klub Divisi Utama (Media Indonesia, 18/6).

Menurut Gunawan, dalam setiap pertandingan, klubnya senantiasa mendapat gelontoran dana sebesar Rp400 juta dari Mr Sen. "Status keuangan yang minim menjadi alasan mudahnya klub menerima uang yang ditawarkan."

Gunawan sudah melaporkan dugaan pengaturan skor tersebut kepada pejabat PSSI ketika itu, yakni Djamal Aziz. "Saya minta untuk tolong panggil manajer Purwodadi. Dia hanya menjawab 'Oh iya kami akan panggil'. Tetapi saat dihubungi sampai tiga kali, tidak ada respons sampai saat ini," ujar Gunawan.

Saat menanggapi hal tersebut, anggota Komite Eksekutif PSSI Djamal Aziz mengelak jika dirinya dikatakan mengabaikan pengaduan Gunawan. "Kami justru punya komitmen melawan. Jadi, tidak ada itu pembiaran pengaturan skor. Saat itu saya anggota Komite Eksekutif yang mengurusi media. Jadi, bukan kewenangan saya (untuk mengurusi kasus) kala itu," ungkap Djamal, kemarin.

Sementara itu, dugaan peng-aturan skor dalam pertandingan timnas Indonesia U-23 saat berlaga di SEA Games 2015 dianggap tidak benar oleh mantan pelatih Persegres Gresik United Agus Yuwono. "Kesalahan passing tim 'Garuda Muda' tidak dibuat-buat. Secara kasatmata, secara teknis, saya tahu itu kesalahan yang benar atau dibuat-buat. Kalau nggak normal, passing-nya bisa ke belakang sehingga lawan bisa lari menyerobot bola."  (Sat/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya