Islah akan Jadi Jalan Terbaik

Satria Sakti Utama
18/6/2015 00:00
Islah akan Jadi Jalan Terbaik
(AP/JOSEPH NAIR)
MANTAN Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Haryo Yuniarto menyarankan agar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan PSSI duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan sepak bola nasional.

Menurut Haryo, seharusnya Menpora melakukan perbaikan tata kelola sepak bola nasional bersama PSSI yang bertindak sebagai induk organisasi olahraga tersebut.

"Perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia seharusnya dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dan tidak bisa oleh satu pihak saja. Permasalahan ini bukan pada induk organisasi olahraganya, melainkan bagaimana Menpora mau menyelesaikan permasalahan persepakbolaan ini dengan elegan dan baik karena pemerintah, sekuat apa pun, tidak bisa menyelesaikannya sendiri. Dia harus mengajak stakeholder olahraga utamanya," kata Haryo.

Ia menilai Menpora memiliki niat baik untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia.

Namun, ia menekankan agar Menpora tidak hanya melakukan kuasanya untuk memperbaiki sepak bola sendirian tanpa pihak lain.

"Keinginan Menpora sebagai pemerintah baik, ingin memperbaiki tata kelola sepak bola. PSSI juga mengatakan kami siap untuk diperbaiki. Artinya dua keinginan ini sudah menyatu. Sekarang bagaimana realisasinya saja," tambah Haryo.

Komisi X DPR RI juga telah meminta Menpora bertemu dengan PSSI untuk mencari solusi.

Kesepakatan dari rapat kerja antara Kemenpora dan Komisi X DPR RI pada Rabu (10/6) tersebut memberikan batas waktu pertemuan Menpora-PSSI hingga 23 Juni 2015.

Bingung
Mantan pemain timnas Indonesia U-23 bingung setelah pulang dari ajang SEA Games 2015 menyusul pemberlakuan sanksi FIFA yang melumpuhkan kompetisi.

Pelatih timnas U-23 Aji Santoso menyebut dampak pembekuan itu terasa juga di kalangan pemain yang kerap berdiskusi dan mempertanyakan nasib mereka.

Namun, Aji mengaku tidak tahu nasib timnas U-23 itu karena kontraknya habis setelah 'Garuda Muda' tampil di SEA Games 2015.

Setelah kontraknya habis, Aji akan kembali ke Malang untuk mengurusi akademi sepak bola miliknya.

"Saya juga bingung mau apa ke depan. Akan tetapi, sambil menunggu perkembangan, saya akan fokus urus akademi sepak bola saya, untuk mencetak pemain muda yang tangguh dan berkarakter," kata Aji.

Ketika ditanyakan peluang melatih bila kemudian timnas PSSI dibentuk lagi pascasanksi FIFA berakhir, dia belum bisa memastikan.

Namun, ia mengisyaratkan untuk tidak menerima jabatan itu lagi.

"Bila nanti timnas dibentuk lagi, lebih baik orang lain yang menanganinya.".

Ia menyebutkan di timnas U-23 banyak potensi yang masih bisa berkembang dan dikembangkan.

Ia berharap sanksi FIFA bisa segera berakhir sehingga para pemain bisa kembali berkiprah pada kompetisi.

"Sanksi ini akan berpengaruh pada kualitas kompetisi, tidak akan langsung sebaik beberapa musim terakhir," pungkasnya. (Ant/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya