Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUGAAN adanya pengaturan skor di sepak bola Indonesia kian gamblang dibeberkan. Setelah BS mengungkap adanya dugaan match fixing timnas U-23 di SEA Games Singapura, dua mantan pelatih klub di Tanah Air membeberkan dugaan serupa.
Mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan, bahkan terang-terangan menyebut JS atau Mr Sen asal Malaysia sebagai salah satu bandar judi yang beroperasi di Tanah Air. Dia mengutarakan dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin, target JS ialah klub Divisi Utama Liga Indonesia.
Di Persipur saja, ujar Gunawan, dana Rp400 juta digelontorkan Mr Sen untuk setiap pertandingan.
"Kami ini dirusak oleh bandar-bandar dari Malaysia. Persipur mendapatkan Rp400 juta sekali bertanding, itu terjadi 2013. Pemain bisa mendapatkan Rp10 juta-Rp15 juta per pertandingan," tuturnya.
JS disebut-sebut mantan pemain timnas Malaysia.
Gunawan yang juga pernah menjadi asisten pelatih Deltras Sidoarjo mengaku telah melaporkan sepak terjang JS itu ke salah satu petinggi PSSI, tapi tiada respons hingga saat ini.
Mantan pelatih Agus Yuwono juga mengungkapkan kasus penyuapan. Tiga kali ia mengaku diiming-imingi uang ratusan juta rupiah agar mau mengikuti skenario sang bandar.
Pertama, takkala dia melatih Persidafon Dafonsoro pada 2012, kemudian ketika menukangi Persegres Gresik United saat melawan Barito Putra dan Persik Kediri musim lalu.
"Saya ditawari Rp200 juta saat di Gresik sama bandar. Anehnya saya biasa di pinggir lapangan, tapi saat itu diinstruksikan sama CEO untuk duduk. Walaupun saya tidak menerima uang, hasilnya seperti yang dia inginkan," jelas Agus.
Ia berharap agar keberaniannya menguak kebobrokan kompetisi di Indonesia diikuti mereka yang pernah mengalami.
"Juga harus ditindaklanjuti. Harus ada yang bertanggung jawab, ada tersangka, dan kasus ini tidak hilang begitu saja."
Janji Kapolri
Dugaan adanya pengaturan skor sebelumnya diungkapkan BS, mantan pemain dan pelatih di Indonesia yang bertahun-tahun menjadi perantara mafia.
Dalam pengakuan yang disampaikan tim advokasi #Indonesiavsmafiabola, ia telah menghubungi bandar asal Malaysia bernama Das sehari sebelum Indonesia melawan Vietnam dalam perebutan perunggu SEA Games Singapura.
Dalam rekaman telepon terungkap Das menyebutkan Indonesia akan tertinggal empat gol tanpa balas di babak pertama dan itu benar-benar terjadi. Namun, pelatih timnas Aji Santoso membantah keras timnya sengaja mengatur skor. Tim advokasi #Indonesiavsmafiabola telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pun menegaskan pihaknya siap mengusut dugaan pengaturan skor sepak bola nasional dan berjanji akan melindungi para saksi.
Kapolri menambahkan, Polri telah berpengalaman menangani kasus serupa. Polri juga pernah membantu polisi Spanyol menangkap pelaku pengaturan skor pertandingan di Eropa yang lari dan bersembunyi di Indonesia.
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Edwin Partogi Pasaribu juga menyatakan pihaknya siap melindungi saksi dugaan match fixing, termasuk BS.
(Beo/X-9)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved