Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM bola putri Jakarta PGN Popsivo kembali menjadi bulan-bulanan pada putaran pertama final four Proliga yang berlangsung di C'tra Arena Bandung, Jawa Barat.
Pada laga Minggu (1/5) petang, tim besutan Muhamad Ansori itu takluk 1-3 (25-21, 18-25, 23-25, 22-25) dari Jakarta Elektrik PLN. Akibatnya, mereka menempati posisi juru kunci di klasemen putri dengan tanpa nilai. Sebaliknya, PLN kukuh di posisi puncak dengan nilai 7.
Ansori pun tidak bisa menutupi kekecewaannya dengan kekalahan itu. Sebab, menurut dia, kedua tim punya kekuatan imbang. "Anak-anak kurang percaya diri. Banyak poin terbuang percuma. Banyak poin kritis dirugikan oleh keputusan wasit," ujarnya.
Sebaliknya, pemain PLN Aprilia Manganang mengaku timnya tidak mau terlena dengan hasil di Bandung. "Ini belum selesai, masih ada Yogyakarta. Kunci kemenangan ada di kebersamaan."
Pernyataan Aprilia itu diamini asisten pelatih PLN Alex Bonapea. "Ini kemenangan yang berat. Popisvo tampil all out, servis mereka bagus, defend juga."
Sementara itu, Surabaya Samator kembali menunjukkan keperkasaannya. Mereka menelan korban ketiga pada final four 2016 putaran pertama di C'itra Arena.
Adalah Jakarta Pertamina Energi yang Minggu ini menjadi korban tim besutan Ibarsyah Djanu Tjahyono itu. Samator yang diperkuat dua pemain asal Brasil, Reidel Alfonso Gonzales Toiran dan Pedro Lopez Fernandez, itu tanpa kesulitan melibas Pertamina Energi 3-1 ((25-21, 25-19, 22-25, 25-17).
"Tidak diragukan stamina dan mental menjadi kunci kemenangan kami. Secara teknis dan skill kedua tim sama kuat," ujar Ibarsyah selepas laga.
"Tidak mudah menang atas Pertamina. Mereka tim kuat. Ini kemenangan pertama. Kita selalu kalah 2-3 di dua laga sebelumnya," imbuhnya.
Sebaliknya, pelatih Pertamina Octavian tanpa ragu memuji kehebatan lawan dan mengaku timnya banyak membuat kesalahan.
"Kekurangan kita servis kurang menekan dan berhasil dieksploitasi lawan," tegasnya. "Akibat kekalahan ini tugas kita makin berat. Karena kita akan langsung berbenah."
Kekalahan dari Samator merupakan kekalahan kedua Pertamina di final four babak pertama. Sebelumnya, mereka kalah O-3 dari BNI dan menang 3-2 atas Palembang. (Mln/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved