Indonesia Rebut Gelar di Singapura Terbuka

Ghani Nurcahyadi
17/4/2016 18:01
Indonesia Rebut Gelar di Singapura Terbuka
(AP/Wong Maye-E)

INDONESIA merebut dua gelar di turnamen bulutangkis Singapura Terbuka 2016. Kedua gelar direbut dari nomor ganda putri dan tunggal putra.

Di ganda putri, pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang merupakan unggulan dua, menjadi juara. Di final yang berlangsung Minggu (17/4), Nitya/Greysia menang WO atas unggulan utama asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahasi.

Gelar di Singapura menjadi yang pertama bagi Greysia/Nitya tahun ini. Hasil ini juga memperbaiki rekor pertemuan pasangan ganda putri nomor satu Indonesia itu dengan Misaki/Ayaka dari enam pertemuan.

Keduanya berbagi tiga kemenangan sejak 2014. Pertemuan terakhir keduanya terjadi India Terbuka super series 2016.

Sedangkan gelar di nomor tunggal putra dipersembahkan Sony Dwi Kuncoro. Di Singapore Indoor Stadium, pebulutangkis yang bukan lagi bagian dari pelatnas Cipayung itu mengakhiri perlawanan pebulutangkis non-unggulan lainnya dari Korea Selatan, Son Wan Ho dalam pertarungan tiga gim yang berakhir dengan 21-16, 13-21, 21-14 tempo 63 menit. Kemenangan atas Ho sekaligus membalas kekalahan Sony kala berjumpa di turnamen Taiwan Grand Prix Gold 2010.

Sukses merebut kemenangan di final menjadi pelengkap penampilan gemilang Sony di Singapura Terbuka 2016. Bermain dari babak kualifikasi, Sony tampil konsisten sejak putaran awal termasuk meeghempaskan unggulan kedua asal Tiongkok, Lin Dan di semifinal.

Gelar di Singapura Terbuka tahun ini, menjadi yang kedua bagi pebulu tangkis 31 tahun asal Surabaya, Jawa Timur itu setelah 2010. Gelar enam tahun silam itu, juga menjadi yang terakhir bagi pebulu tangkis yang pernah menempati peringkat 4 dunia itu di ajang turnamen level super series. Sony kini tercatat sudah merebut 5 gelar juara turnamen level super series sejak 2008.

"Memang sudah lama juga saya tidak juara di level super series. Setelah keluar dari tim nasional, jangankan juara super series, mau ikut turnamen super series saja susah karena rangking saya rendah, sekarang saja harus masuk kualifikasi dulu. Namun saya membuktikan kalau saya masih bisa, ini adalah suatu penghargaan buat saya, buah dari kerja keras saya," kata Sony dikutip dari rilis resmi PP PBSI. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya