Format Lama Kualifikasi Disetujui, Rio Berharap Keberuntungan

Nurul Fadillah
11/4/2016 19:15
Format Lama Kualifikasi Disetujui, Rio Berharap Keberuntungan
(AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH)

KEMBALI digunakannya format tahun lalu dalam sesi kualifikasi lomba balap Formula 1 memberikan keuntungan bagi Rio Haryanto. Sebagai pembalap rookie (pendatang baru), Rio berharap aturan itu dapat lebih mengeksplorasikan kemampuannya untuk tampil lebih cepat tanpa harus khawatir dengan ancaman eliminasi seperti yang diterapkan dalam format kualifikasi di seri balapan Melbourne (Australia) dan Bahrain lalu.

Manajer Rio, Piers Hunnisett, mengungkapkan, format lama yang kembali digunakan akan lebih mudah dimengerti oleh banyak orang.

"Bagus kalau formatnya kembali ke asal, karena akan lebih mudah bagi orang-orang untuk mengerti. Hasilnya mungkin akan sama saja, tetapi setidaknya akan memberikan lebih banyak waktu di lintasan untuk semua pembalap. Bagaimana pun format tersebut akan memberikan setiap orang kesempatan yang adil di sesi kualifikasi," ujar Piers melalui pesan singkatnya kepada Media Indonesia, Senin (11/4).

Sebelumnya, Federasi Automobil Internasional (FIA) dan Manajemen F1 (FOM) telah memutuskan format baru yang akan digunakan selama musim ini. Format tersebut dikenal dengan format eliminasi yang membagi sesi kualifikasi menjadi tiga segmen dan setiap segmennya akan memaksa pembalap untuk tampil dengan catatan waktu terbaik jika tidak ingin tersingkir (tereliminasi).

Format itu pun mendapat penolakan, khususnya dari tim dan pembalap. Adanya desakan dari 11 tim F1 untuk mengembalikan sesi kualifikasi dengan format yang digunakan sejak 2010-2015 akhirnya dipenuhi oleh FIA dan FOM.

Aturan lama kualifikasi itu pun akan kembali diterapkan pada GP China, 17 April mendatang. Piers mengungkapkan, format lama yang digunakan akan membantu Rio mendapat lebih banyak lintasan.

"Ini akan menolongnya (Rio) untuk memperoleh banyak lintasan di babak kualifikasi. Namun, semua bergantung dengan mobil, lebih banyak lintasan yang dapat diraih di kualifikasi tentu bisa lebih membantu. Seharusnya ini lebih menguntungkan untuk para pembalap rookie," lanjut Piers.

Di sisi lain, Rio saat ini tengah berada di Singapura untuk menjalani latihan fisik sebelum berangkat ke Shanghai, China, pada Selasa (12/4) malam. Indah Pennywati, ibunda Rio, mengatakan, putranya kini dalam kondisi yang prima.

Indah pun sempat bercerita, penggantian format baru ke format lama di GP Shanghai tidak ada pengaruhnya bagi RIo. "Kemarin dia bilang tidak masalah. Rio hanya mengikuti saja, dan tidak terlalu berpengaruh dengan Rio," ujar Indah.

Di performa terakhirnya di GP Bahrain lalu, Rio berhasil menyelesaikan 57 lap. Kendati, hanya menduduki posisi buncit yaitu posisi 17, kecepatan Rio di trek lurus yang mencapai 327.7 km/jam menjadi sorotan di F1 Bahrain. (Rul/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya