Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI pembalap Honda, Marc Marquez, yang melompat dengan dua kaki ke atas podium utama seri kedua MotoGP 2016 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, kemarin (Senin 4/4/2016) dini hari WIB berakhir memalukan. Alih-alih berdiri dengan mantap di podium juara, juara dunia MotoGP 2013 dan 2014 justru terpeleset.
Untungnya, insiden itu tidak menyebabkan cedera. Namun, jutaan pasang mata yang menyaksikan itu baik secara langsung maupun lewat layar kaca bisa mencium adanya aroma permusuhan antara Marquez dan pembalap Yamaha, Valentino Rossi, yang menempati podium kedua.
Marquez terpeleset jatuh ke arah Rossi yang berada di sisi kanannya. Akibatnya, kedua kakinya menjejak podium milik Rossi.
Meski begitu, tidak sedikitpun mimik muka Rossi berubah. Alih-alih menolong, Rossi hanya berhenti sejenak dan melanjutkan aktivitasnya menaruh helm kuning bernomor 46 di podium miliknya, tanpa sekalipun menoleh.
Hubungan Rossi-Marquez mulai memanas jelang akhir kalender balap musim lalu. Puncaknya ialah senggolan keduanya di Sirkuit Sepang, Malaysia, yang menyebabkan Marquez jatuh dan Rossi mendapat hukuman yang berujung pada kegagalan pembalap berjuluk <>the Doctor itu merebut gelar juara dunia. Sebelum musim balap 2016, Rossi menyebut hubungannya dengan Marquez kini tidak akan seperti sebelumnya.
Di Argentina, keduanya pun bersaing ketat merebut posisi pemimpin lomba hingga pertengahan balapan 20 putaran itu. Strategi <>pit stop dan pilihan ban pun kemudian menjadi penentu kemenangan Marquez yang menyelesaikan lomba dalam tempo 34 menit 13,628 detik.
Sementara itu, Rossi meraih podium kedua berkat kesialan dua pembalap Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, yang bersenggolan di tikungan terakhir.
"Itu merupakan pertarungan yang bagus. Kami berlomba dalam kecepatan tinggi, tapi beberapa bagian lintasan merupakan area yang berbahaya. Dia (Rossi) mendahului saya beberapa kali dan saya mendahuluinya juga, jadi ini pertarungan yang menarik."
Rossi yang diwawancarai setelah itu tidak menyebutkan secara gamblang mengenai pertarungannya dengan Marquez. Pembalap 38 tahun itu hanya menyebutkan motornya tidak sekencang sebelum ia masuk pit stop, sehingga sulit untuk meraih kecepatan maksimal.(Crash/Gnr/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved