Warriors dan Rekor 20 Tahun Chicago Bulls

Panji Arimurti
26/3/2016 13:53
Warriors dan Rekor 20 Tahun Chicago Bulls
(AFP/Ezra Shaw)

GOLDEN State Warriors kini berada di depan mata untuk memecahkan rekor tim terbaik dalam sejarah NBA milik Chicago Bulls. Juara bertahan tersebut kini hanya berjarak 10 pertandingan saja untuk memecahkan rekor Bulls yang telah bertahan selama 20 tahun.

Chicago Bulls musim 1995-1996 memang menjadi tim terbaik NBA lewat catatan rekor menang-kalah mereka yang fantastis. Bermaterikan pemain dengan nama-nama besar seperti Michael Jordan, Scottie Pippen, Dennis Rodman, Luc Longley, Tony Kukoc, dan Steve Kerr, Bulls sukses mencatat 72 kemenangan dari 82 laga di musim tersebut.

Taktik triangle offense hasil racikan Phil Jackson membuat Jordan dkk begitu superior dari tim-tim NBA lainnya kala itu. Sehingga, belum ada satu tim NBA pun yang berhasil memecahkan rekor menang-kalah 72-10 milik Bulls.

Kini peluang untuk memecahkan rekor fantastis tersebut berada di depan mata anak-anak Warriors. Hingga 72 laga yang telah mainkan musim ini, Warriors telah memetik 65 kemenangan dan baru menderita tujuh kekalahan.

Sehingga, jika Steven Curry dkk bisa meraih delapan kemenangan dari 10 laga tersisa, maka mereka akan mendepak Bulls 95/96 sebagai tim terbaik di NBA.

Namun yang kemudian menjadi pertanyaan, mampukah Warriors memecahkan rekor tersebut?

Jika melihat penampilan mereka dua musim terakhir, hal tersebut akan sangat mudah tercapai. Apalagi kondisi Warrios saat ini sangat mirip dengan kondisi Bulls 95/96, yaitu sama-sama superior.

Dikomandoi point guard sekaligus kapten, Stephen Curry, Warriors memang sangat menakutkan. Tim-tim kuat baik dari wilayah Barat maupun Timur seakan tidak ada yang mampu membendung permainan Warriors, yang kebetulan dilatih oleh salah satu anggota skuat Bulls 95/96, Steve Kerr.

Kerr yang merupakan jagoan tembakan tiga angka Bulls kala itu berhasil menerapkan taktik yang sulit dihadapi oleh tim-tim lain. Mengandalkan Curry sebagai jagoan tiga angka, Kerr berhasil meracik Warriors menjadi tim yang mematikan lewat serangan tembakan tiga angka mereka.

Pelatih yang saat di bermain Bulls berposisi sebagai shooting guard bisa membangkitkan Curry yang bertubuh tidak terlalu besar menjadi mesin poin Warrios. Tidak hanya Curry, Kerr juga berhasil memoles penampilan Klay Thompson menjadi tandem mematikan Curry dalam urusan tembakan tiga angka.

Namun selain urusan tembakan tiga angka sebagai senjata utama, Kerr juga berhasil membuat Warriors sukses dalam urusan bertahan. Dan hal tersebut terbukti efektif saat mereka menjadi juara di musim lalu.

"Semua orang berbicara tentang cara kami mencetak poin dari tembakan tiga angka. Hal tersebut memang berpengaruh dan menjadi senjata. Namun, kami juga adalah pemegang rekor bertahan terbaik di liga," ujar Kerr setelah menjadi juara.

Hal tersebut terbukti benar. Dengan baru menderita tujuh kekalahan, Warriors membuktikan kalau pertahanan mereka saat ini merupakan yang terbaik di NBA.

Chicago Bulls 1995-1996. Foto: NBA.com

Namun, hal tersebut dinilai belum cukup untuk bisa menyaingi pencapaian Bulls 95/96. Salah satu legenda NBA Charles Barkley mengatakan skuat yang dimiliki Warriors memang sangat fantastis, tapi mereka bukan tandingan Bulls 95/96. Mantan pemain Philadelphia 76ers dan Phoenix Suns tersebut menilai Warriors memiliki rata-rata pemain yang postur tubuhnya kurang memadai.

"Bulls musim 1995-1996 bisa membunuh tim dengan pemain-pemain kecil macam Warriors. Ayolah, siapa yang bisa menjaga pemain seperti Michael Jordan dan Scottie Pippen? Bagaimana dengan Dennis Rodman?" cetus Barkley di ESPN, beberapa waktu lalu.

"Skuat Warriors dalam setahun ini memang cukup fantastis, tapi mereka bukan tandingan Jordan, Pippen, Rodman. Ketiga pemain ini sangat suka melawan tim dengan gaya seperti Warriors. Bisakah Anda bayangkan berapa poin yang bakal dibuat Jordan, karena menyentuh pemain ini saja sudah sangat sulit. Rodman pun akan membuat sangat banyak rebound, karena kembali Warriors adalah tim dengan ukuran kecil,” ujar Barkey yang pernah merasakan bagaimana kehebatan Bulls 95/96.

Ucapan Barkley mungkin sedikit benar. Karena kunci utama pemainan Warrios adalah bagaimana mereka bermain dengan atau tidak bersama Curry. Jika Curry absen atau tampil buruk maka Warrios dipastikan hanya bisa mengandalkan permainan bertahan mereka sebagai senjata.

Lalu apakah itu bisa efektif?

Laga melawan Dallas Mavericks bisa menjadi contohnya. Tampil tanpa Curry yang cedera, Warrios menelan kekalahan telak 91-114. Atau saat melawan tim juru kunci Los Angeles Lakers. Penampilan Curry yang buruk pada laga tersebut ternyata sangat berpengaruh pada Warriors, sehingga mereka menderita kekalahan telak 95-112.

Beda dengan Bulls 95/96, di mana ketika Jordan tidak bermain atau tampil buruk, masih ada mesin angka di sosok Pippen, Kukoc, ataupun Kerr. Dan mereka juga masih mampu bermain lewat pertahanan terbaik dengan adanya si raja rebound Rodman atau Longley di bawah ring.

Jika dalam hitung-hitungan benar, dengan 10 laga tersisa di musim ini dan Curry bisa tampil konsisten hingga akhir musim, maka peluang Warriors untuk memecahkan rekor Bulls 95/96 akan sangat terbuka lebar. Tapi bila tidak, Bulls 95/96 akan tetap menjadi tim terbaik dalam sejarah NBA.

kan tetatp tercatat dalam sejarah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/airness/mengenang-20-tahun-rekor-72-10-chicago-bulls_562ef2689397737305aa3d44
995/1996 akan tetatp tercatat dalam sejarah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/airness/mengenang-20-tahun-rekor-72-10-chicago-bulls_562ef2689397737305aa3d44
995/1996 akan tetatp tercatat dalam sejarah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/airness/mengenang-20-tahun-rekor-72-10-chicago-bulls_562ef2689397737305aa3d44

Ada satu satu pernyataan menarik dari Phil Jackson saat dirinya menukangi Lakers. "Tim saya di Lakers setiap tahun selalu mengatakan, 'Kami ingin memecahkan rekor itu'. Saya menjawabnya, 'semoga berhasil'."(Berbagai sumber/OL-06)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya