Kemenpora Jajaki Kerja Sama dengan Universitas di Australia

Ghani Nurcahyadi
22/3/2016 00:48
Kemenpora Jajaki Kerja Sama dengan Universitas di Australia
(ANTARA)

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjajaki kerja sama dengan Victoria University, Australia, terkait dengan pengembangan sains olahraga di Indonesia.

Keseriusan Kemenpora untuk menjalani kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Negeri Kanguru itu dibuktikan dengan kunjungan langsung Menpora Imam Nahrawi ke Victoria University, Melbourne, Australia, Senin (21/3). Imam diterima oleh Vice Chanellor and President Victoria University Prof Peter Dawkins.

Dalam pertemuan itu, berdasarkan keterangan yang diterima media di Jakarta, Menpora dan rombongan mendapatkan penjelasan oleh Dekan College of Sport and Exercise Scinece Prof Hans Westerbeek terkait dengan perkembangan olahraga di negara maju serta penerapan sports science dalam metode kepelatihan.

Menpora Imam Nahrawi bahkan langsung mengapresiasi pemaparan dari pihak Victoria University dan bertekad akan mengaplikasikan program yang ditawarkan di Indonesia. "Indonesia memiliki peluang yang besar untuk pengembangan olahraga melalui pelatihan dan penelitian. Sebuah prestasi pastinya memerlukan biaya yang besar, namun dengan (penerapan) sport science, anggaran yang terbatas memungkinkan untuk meraih prestasi terbaik," kata Menpora.

Pihak Victoria University menyambut baik ajakan dari Menpora. Pada pertengahan April nanti perwakilan dari Victoria University dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia untuk mengadakan roadshow ke lima kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Bandung.

Menanggapi rencana kunjungan tersebut, Imam mengharapkan agar ditandatangani letter of intent (LOI) sebagai awal untuk menyusun nota kesepahaman (MoU) dalam pengembangan keolahragaan di Indonesia khususnya di bidang Sport Science. Selama di Victoria University, Menpora diajak berkeliling Kompleks Sport Science Victoria University seperti altitude room, chemical room, serta altitude hotel.

Altitude room dan hotel merupakan sarana bagi atlet untuk beradaptasi dengan daerah yang memiliki kadar oksigen rendah, sehingga tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk berlatih kilmatisasi ke negara dengan kadar oksigen rendah seperti Bolivia. (Gnr/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya