Pembalap F1 Anggap Aneh Aturan Larangan Komunikasi Radio

Antara
17/3/2016 20:50
Pembalap F1 Anggap Aneh Aturan Larangan Komunikasi Radio
(AFP / ANDREJ ISAKOVIC)

SEJUMLAH pembalap Formula 1 (F1) menyebut aturan Federasi Automobil Internasional (FIA) yang melarang komunikasi radio antara pembalap dan tim saat perlombaan sebagai aturan yang aneh dan tidak terlalu penting menjelang pembukaan musim 2016 di Melbourne, Australia.

"Alih-alih naluri dari pembalap, kami akan mengikuti apa yang telah kami sepakati dua jam sebelum perlombaan," kata pembalap tim McLaren Fernando Alonso di Albert Park, Melbourne, Kamis (17/3).

Peraih dua kali gelar F1 itu memandang remeh ide yang bermaksud menjadikan para pembalap akan lebih punya kendali terhadap nasib mereka di sirkuit tersebut. "Arah yang mereka tuju itu ganjil. Pada era komunikasi dan teknologi saat ini, F1 mencoba untuk membatasi itu, yang mungkin bukan jalan normal untuk dilakukan," kata Alonso.

Sementara pembalap tim Force India Sergio Perez menyatakan tidak mampu melihat inti pembatasan komunikasi itu dan menyebut aturan itu tidak akan mengubah apapun bagi olahraga jet darat tersebut maupun bagi para penggemar.

"Aturan itu hanya akan menambah beban kepada pembalap. Saya mengharapkan setiap orang dengan tim masing-masing, atau setidaknya dari pihak luar, itu cukup normal untuk mengetahui apa yang harus kami lakukan dan bagaimana bereaksi," ujar Perez.

Adapun pembalap Mercedes Nico Rosberg berharap tim-tim dan para pembalap lain juga akan menemui kesulitan akibat aturan baru dari FIA itu. Tapi, keluhan para pembalap tidak akan mengubah apa pun.

"Itu akan menambah tantangan pada perlombaan pada saat ini. Aturan itu punya pengaruh besar...itu sudah pada batasan tidak dapat memberitahu kepada kami jika strategi tim sudah berubah," kata Rosberg.

Pembalap asal Jerman itu juga menambahkan, "Jika saya mengubah dari tiga-setop ke dua-setop, saya mengemudi dengan pikiran datar untuk berhenti dalam dua lap (putaran) dan mereka tidak hanya akan menarik saya ke pit, tapi juga ban saya akan diganti."

Namun demikian, Kepala Tim Mercedes Toto Wolff justru menyambut aturan baru F1 tersebut. Menurutnya, aturan itu akan menambah manajemen balapan dan strategi di tangan pembalap sehingga perlombaan tidak mudah diprediksi dan akan lebih menarik.

Aturan pelarangan komunikasi radio antara pebalap dan tim di pit stop muncul sebelum Australia Grand Prix berlangsung di Melbourne, Minggu (20/3) depan. FIA melarang komunikasi itu di sejumlah titik di sirkuit termasuk saat panitia mengibarkan bendera dalam perlombaan saat sesi kualifikasi seperti terjadi pada musim 2014. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya