Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memperbesar peluang mencapai target masuk peringkat 10 besar dalam daftar pengumpul medali pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) berencana menentukan atlet super prioritas. Nantinya, para atlet yang terpilih tersebut akan mendapat perlakuan khusus agar bisa meraih medali emas dalam multiajang terbesar di Asia itu.
Wakil Ketua Satlak Prima Lukman Niode mengungkapkan, dari 727 atlet yang terdaftar dalam surat keputusan (SK) pemusatan latihan nasional Prima saat ini, pihaknya akan memilih 100 atlet dari 18 cabang olahraga prioritas yang akan menjalani serangkaian tes. Tes itu meliputi biomekanik, fisiologi, medis, dan psikologi.
"Setelah melakukan tes itu, nantinya kita akan menentukan lagi atlet yang berhak menyandang status atlet super prioritas. Bagi kami, untuk bisa masuk peringkat 10 besar, setidaknya itu membutuhkan 12-14 medali emas dan itu tidak lebih dari 20 atlet yang bisa mendapatkannya. Sekitar jumlah itulah yang akan dibina khusus oleh Prima," kata Lukman seusai diskusi publik soal Asian Games di DPR, kemarin (Rabu, 16/3).
Mantan perenang nasional itu menjelaskan hanya 100 atlet yang bisa mengikuti rangkaian tes itu karena mahalnya biaya tes. Satu atlet saja bisa menghabiskan biaya hingga Rp75 juta-Rp100 juta.
Prima akan memulai program pencarian atlet super prioritas itu mulai akhir bulan ini. Atlet itu akan dibina selama dua tahun hingga saat Asian Games 2018 dihelat pada 18 Agustus-4 September 2018 mendatang. Atlet yang terpilih itu diprediksi akan menghabiskan dana sekitar Rp6 miliar per tahun per individu.
Pada kesempatan yang sama, anggota Panitia Kerja Persiapan Asian Games 2018 Komisi X DPR Yayuk Basuki mengatakan, untuk persiapan Asian Games 2018 dalam APBN 2016, Kementerian Pemuda dan Olahraga mendapat lebih dari Rp1 triliun.
Namun, angka itu harus dikurangi Rp500 miliar karena dana renovasi kawasan Gelora Bung Karno dialihkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kurang bergaung
Yayuk menegaskan pihaknya juga meminta pemerintah untuk mempercepat proses persiapan Asian Games 2018 yang dinilai belum menunjukkan gereget hingga saat ini. Hal itu terlihat dari belum adanya pekerjaan fisik yang terlihat selain proses pemerataan venue velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur
"Kami dari Komisi X merasa gaungnya kurang sehingga dibentuklah panja ini yang nantinya produk akhirnya ialah rekomendasi kepada panitia penyelenggara Asian Games (INASGOC) dan Kemenpora untuk persiapan Asian Games yang lebih baik."
Sementara itu, pengamat olahraga Fritz Simanjuntak menegaskan pemerintah perlu menentukan nilai tambah yang akan didapatkan masyarakat, atlet, dan peserta Asian Games dari penyelenggaraan multiajang empat tahunan tersebut.Saat ini, ia belum melihat ada skema nilai tambah yang bisa didapat dari pelaksanaan Asian Games 2018.(R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved