IMI Belum Bisa Beri Usulan Sirkuit MotoGP

Ghani Nurcahyadi
16/3/2016 18:36
IMI Belum Bisa Beri Usulan Sirkuit MotoGP
(Antara/Andika Wahyu)

KETUA IMI Sadikin Aksa mengatakan, pihaknya masih menunggu opsi yang diajukan oleh pemerintah. Sambil menunggu opsi yang ditawarkan pemerintah, IMI hanya menjadi fasilitator bagi sejumlah pihak yang berminat untuk menjadi tuan rumah balapan motor 1.000cc itu tahun depan.

Adapun salah satu pihak yang sudah meminta IMI untuk menjembatani ialah pengelola Sirkuit Sentul yang berminat menyelenggarakannya tahun depan.

“Kami sudah menjelaskan kepada sejumlah phak yang tertarik bahwa sebagai federasi, kami akan mengakomodasi semua. Tapi, keputusan untuk menentukan sirkuit yang akan digunakan tetap di tangan pemerintah. Kami juga belum bisa memberikan usul kepada pemerintah, karena kami belum tahu opsi dari pemerintah,” kata Sadikin seusai bertemu Menpora Imam Nahrawi di jakarta, Rabu (16/3).

Jika pun nanti diputuskan gelaran MotoGP tidak bisa diselenggarakan pada 2017 karena belum ada sirkuit yang memenuhi persyaratan pemerintah, menurut Sadikin, IMI akan terus mendukung upaya pemerintah membawa balap motor bergengsi itu ke Indonesia lantaran sangat positif bagi model pembinaan pembalap motor di Tanah Air.

Di sisi lain, Kemenpora menegaskan hanya menyanggupi untuk membayar biaya komitmen kepada Dorna sebagai pemegang hak komersial MotoGP. Biaya komitmen untuk menyelenggarakan pada 2017 ialah sebesar 7 juta Euro. Adapun bila penyelenggaraan di tahun berikutnya, biaya komitmen akan naik sebesar 1 juta Euro.

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengapresiasi upaya pengelola Sirkuit Sentul yang tetap ingin menyelenggarakan MotoGP di tempatnya.

"Tapi, kami butuh kepastian tertulis bahwa proses renovasi yang mereka lakukan tidak menggunakan anggaran negara. Tapi kalau misalnya keluar Sentul kan harus menggunakan jalan layang, dan itu kan menggunakan APBN,” katanya.

Keputusan mengenai berlangsungnya MotoGP di Indonesia beserta lokasi sirkuit yang akan digunakan, lanjut Gatot, akan dibahas dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan dalam waktu dekat. Menurutya, Presiden memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan MotoGP itu karena menjadi perhatian masyarakat.

“Menpora belum bisa putuskan karena akan dibawa ke rapat terbatas dalam waktu dekat ini setelah sebelumnya dibahas dalam rapat dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Jadi sirkuit yang digunakan akan tergantung arahan dari Presiden nantinya,” pungkas Gatot. (Gnr/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya