Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil lolos ke perempat final All England Super Series Premier 2016 melalui kemenangan tiga gim atas ganda Jepang Kenta Kazuno/Ayane Kurihara, dengan skor 13-21, 21-14, 21-18. Unggulan kedelapan turnamen itu kini tinggal menunggu lawan yang merupakan pemenang duel antar pasangan Tiongkok, Liu Cheng/Bao Yixin dan Lu Kai/Huang Yaqiong.
Dengan Liu/Bao, rekor pertemuan Praveen/Debby sama kuat 2-2. Praveen/Debby diuntungkan dengan catatan kemenangan di dua pertemuan terakhir, yaitu Chinese Taipei Open 2015 dan BWF World Super Series Finals 2015. Sedangkan dengan Lu/Huang, Praveen/Debby sementara memimpin rekor pertemuan dengan 2-1. Laga terakhir mereka terjadi di French Open 2015 kala Praveen/Debby menang 21-18 ,21-19.
:Kami sudah pernah bertemu. Pernah menang, pernah kalah. Kami tinggal mempersiapkan diri, nonton video pertandingan kami. Sama banyak komunikasi aja di lapangan. Tidak ada yang perlu ditakutkan secara khusus dari mereka. Cuma memang pemain Tiongkok punya speed dan power yang kencang," ungkap Praveen.
"Mereka juga punya pola yang rapi dan konsisten," tambah Debby.
Tak hanya Praveen/Debby yang harus berjuang keras meredam perlawanan ganda Jepang di babak kedua. Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi juga merasakan perlawanan sengit pemain Negeri Sakura, yakni Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, yang menjadi unggulan keenam turnamen. Setelah berjuang dalam tiga gim, Angga/Ricky harus mengakui keunggulan Hiroyuki/Kenichi, 14-21 21-15, 14-21.
Di sisi lain, ganda putri andalan Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari tidak dapat melanjutkan langkah ke babak kedua, setelah juga dijegal pasangan Jepang. Mereka kandas di babak pertama oleh Naoko Fukuman/Kurumi Yonao, 18-21, 21-23.
Kekalahan tersebut merupakan kekalahan pertama Greysia/Nitya dari Naoko/Kurumi. Dalam empat kali perjumpaan sebelumnya, Greysia/Nitya selalu bisa menang. Terakhir di Japan Open 2015, Greysia/Nitya menang 16-21, 21-12, dan 21-11.
Meski mengaku kecewa, Greysia/Nitya bertekad menkadikan kekalahan tersebut sebagai bahan perbaikan untuk penampilan mereka ke depan. Menurut Nitya, mereka bisa kalah karena bermain terburu-buru. "Di lapangan seharusnya kami bisa mengolah bola, tidak buru-buru pengen cepat mematikan lawan. Karena dari mereka juga sebenarnya untuk mematikan kami tidak gampang, untuk balik serang juga mereka kesulitan. Untuk selanjutnya kami tidak boleh buru-buru untuk mematikan lawan," ujar Nitya.
Hasil Greysia/Nitya di turnamen ini menurun dari tahun sebelumnya. Pada All England 2015, Juara Asian Games 2014 itu terhenti di perempat final, usai berhadapan dengan Tang Jinhua/Zhong Qiaxin (Tiongkok) 19-21, 21-13, 11-21. (Mag/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved