Rio masih Beradaptasi dengan MRT05

Formula 1/crash/Mag/X-5
25/2/2016 06:54
Rio masih Beradaptasi dengan MRT05
(ANTARA/REUTERS/Sergio Pere)

PEMBALAP Formula One (F1) Indonesia Rio Haryanto menunjukkan kegairahannya menghadapi tes pramusim pertamanya di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, kemarin pagi waktu setempat.

Untuk pertama kalinya, Rio menjajal mobil MRT05 yang dipasangi mesin Mercedes kebanggaan Manor Racing.

Memang tak bisa dibayangkan perasaan Rio dalam momen itu.

Terlebih, sang manajer, Piers Hunnisett, mendorong agar bisa menorehkan waktu lebih baik daripada rekan satu timnya, Pascal Wehrlein, yang mencatatkan 1 menit 25,925 detik sehari sebelumnya.

Di putaran-putaran awal, Rio sangat menikmati menyetir mobil bernomor 88 itu dengan tidak terlalu berkejaran.

Pada lap pertama, ia menorehkan waktu 1 menit 35,1 detik.

Makin lama, ia menaikkan kecepatan hingga catatan waktu per lap yang ia torehkan terus membaik.

Sayang, di sesi pagi itu, pembalap asal Solo itu tak bisa mengetahui apakah ia bisa lebih cepat daripada Wehrlein.

Pasalnya, kenikmatan Rio menjajal mobilnya harus terhenti di lap 25.

Dia harus mengibarkan bendera merah.

Dari 25 lap itu, catatan terbaik Rio ialah 1 menit 29,808 detik.

Mobil yang dikendarai Rio meleset keluar lintasan saat melewati tikungan kelima di lap 25.

Formula1.com melansir Rio tampak mengerem terlalu keras sehingga terpelanting.

Mobil itu akhirnya dievakuasi untuk diperbaiki agar bisa kembali dipacu pada sesi selanjutnya, sesi sore, yang hingga berita ini ditulis masih berlangsung.

Untungnya, aset muda yang membawa beribu asa bangsa Indonesia itu tak cedera.

Hunnisett memastikan tak ada sesuatu yang salah dengan jet darat merah biru itu.

Menurut Hunnisett, selepas tes sesi pertama, Rio langsung berkonsultasi dengan para teknisi di timnya.

Debut Rio di sesi itu mungkin memang tak mulus.

Namun, mengibarkan bendera merah di sirkuit bukan berarti Rio lantas mengibarkan bendera putih.

Pasalnya, insiden seperti itu bukan hal aneh.

Pembalap sekelas Kimi Raikkonen yang dinaungi tim papan atas Ferrari saja juga bermasalah saat itu.

Raikkonen hanya memacu mobil dalam empat lap karena mobil canggih itu bermasalah dengan sistem bahan bakarnya.

Selain itu, Carlos Sainz Jr dari Toro Rosso juga mengibarkan bendera merah karena ban belakang mobilnya bermasalah.

Ini tetaplah momentum besar bagi Rio, F1, dan Indonesia.

Hal itu diakui oleh pihak F1 dengan menulis dalam akun Twitter resmi mereka sebelum Rio meluncur, 'Karier F1 diluncurkan, momen besar untuk Rio Haryanto, momen besar untuk Indonesia'.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya