Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SENYUM semringah terukir di wajah Rio Haryanto saat menyapa awak media dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (18/2).
Tangannya agak gemetar, menggambarkan kegugupan saat mengekspresikan kegembiraan seusai menerima pengumuman dari tim Manor Racing bahwa ia dipastikan akan tampil di ajang Formula 1 tahun ini.
Rio telah diterima menjadi pembalap kedua Manor mendampingi Pascal Wehrlein asal Jerman. Sejarah pun ia ukir sebagai pembalap pertama Indonesia yang tampil di ajang jet darat. Pada musim 2016, Rio bahkan satu-satunya pembalap Asia yang berlaga.
Pembalap berusia 23 tahun itu kini menjadi tumpuan asa Indonesia di kancah dunia.
Bagaimana ia menyikapi peluang sekaligus beban berat itu? Berikut penuturannya kepada wartawan Media Indonesia Nurul Fadillah seusai jumpa pers, Kamis (18/2).
Selamat, ya, Rio. Akhirnya Anda bakal mencicipi Formula 1. Bagaimana perasaaan Anda saat mendengar kabar bagus tersebut?
Saya merasa sangat lega karena akhirnya sore ini mendapat kabar bahwa saya menjadi pembalap tim Manor Racing. Tidak hanya mewakili Indonesia, tetapi juga Asia.
Saya juga merasa tersentuh karena masyarakat, media, pemerintah, dan keluarga sangat mendukung saya untuk bisa masuk ke Formula 1.
Anda mejadi orang pertama Indonesia yang akan berlaga di F1, apakah ada beban yang Anda rasakan?
Sebenarnya bebannya lebih pada beberapa hari sebelumnya karena jujur saya enggak tahu kapan announcement atau bagaimana situasinya. Namun, akhirnya beban itu sedikit hilang. Untuk ke depannya, tidak hanya masuk di Formula 1, saya juga ingin menuai prestasi.
Saya ingin terus bekerja lebih keras lagi. Saya mohon dukungan terus dari seluruh masyarakat Indonesia.
Dengan banyaknya kendala selama masa negosiasi dengan Manor, Anda pernah merasa ingin menyerah?
Sebelumnya sempat hopeless karena negosiasi enggak selalu lancar. Banyak lika-likunya, ada sebagian pihak yang pro dan kontra juga. Akhirnya, ya, ini adalah salah satu hikmah bahwa jika terus berusaha keras sampai akhir, kita diberi jawaban oleh Tuhan.
Selain masalah dana, masalah apa lagi yang sempat menjadi kendala?
Untuk saat ini mungkin kesiapan saya masuk Formula 1 karena announcement-nya sedikit terlambat, tetapi saya sudah merasa lega akhirnya kita bisa masuk F1.
Saya berharap bisa mengatasi ketertinggalan itu khususnya dalam hal persiapan.
Senin (22/2) depan, kita akan menjalani tes di Barcelona.
Setelah masuk Formula 1, target apa yang ingin Anda capai?
Saat tim Manor Racing ke Indonesia, direktur Manor bilang ke kita semua dan ke Bu Wianda (Vice President of Corporate Communications PT Pertamina Wianda Pusponegoro dan Pertamina ialah sponsor utama Rio) juga bahwa Manor ini ingin sekali menjadi middle team dan bisa mendapat poin.
Itu juga menjadi target saya.
Ada target ingin finis di posisi tertentu?
Finish the race itu ialah target pertama saya untuk menambah pengalaman.
Kalau untuk finis di posisi berapa saya enggak tahu karena saya juga belum tahu kecepatan mobil, saya belum mencobanya.
Apa hal yang paling sulit bagi Anda saat nanti berlaga di F1?
Di F1 itu kan banyak tim dan setiap tim itu memiliki mobil yang berbeda.
Kalau kita misalnya, ya, istilahnya bajaj lawan Kijang, ya, pasti menang Kijang-nya.
Saat ini kita enggak tahu seberapa kencang mobil Manor Racing.
Namun, sudah ada perubahan cukup drastis dari Manor karena mereka merekrut Dave Ryan, eks teknisi McLaren.
Itu suatu hal yang positif bahwa Manor Racing tidak hanya ikut serta, tetapi juga ingin menuai prestasi.
Apa yang paling membuat Anda gugup?
Mungkin karena ini first grand prix. Karena itu, attention-nya terhadap saya akan besar sekali, sangat luar biasa.
Dengan tekanan yang berbeda ketimbang di GP2 dan GP3, bagaimana Anda menjaga mental di F1?
Yang pasti tetap fokus dan tidak terlalu memikirkan beban. Beban memang pasti ada, tetapi, ya, mudah-mudahan beban itu hanya di luar mobil. Ketika di dalam mobil, mudah-mudahan sudah tidak ada beban.
Apa agenda Anda selanjutnya setelah dipastikan menjadi pembalap Manor di F1?
Besok saya akan berangkat ke Barcelona untuk menjalani tes pertama pada 22-25 Februari. Setelah itu ada break 4-5 hari, terus akan ada latihan di Barcelona lagi dari 1 hingga 4 Maret.
Saya akan menggunakan waktu itu semaksimal mungkin untuk beradaptasi dengan mobil dan tim yang baru. Saya akan berjuang keras untuk mempersiapkan diri sebelum first race di Melbourne, Australia, 20 Maret.
Anda sudah 17 tahun berkecimpung di dunia otomotif. Pembalap favorit Anda siapa?
Michael Schumacher dan Ayrton Senna. Saya melihat Michael Schumacher menjadi juara, saya sangat senang. Saya sangat kagum atas prestasi dia karena dia sangat bagus.
Saya sangat ingin menjadi seperti dia suatu hari nanti dan alhamdulillah berlaga di F1 adalah opportunity untuk mewujudkan impian saya itu.
Inspirator dari Indonesia?
Ayah saya (Sinyo Haryanto yang juga mantap pembalap nasional) karena ayah orang yang bisa mewujudkan saya ke Formula 1.
Dia selalu memberikan input dari sejak awal saya berkarier.
Dia selalu memberikan masukan dan motivasi kepada saya untuk lebih bagus lagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved