Kesuksesan the Reds Sisakan Kekecewaan

Satria Sakti Utama
28/1/2016 02:45
Kesuksesan the Reds Sisakan Kekecewaan
Pemain Liverpool merayakan keberhasilan lolos ke final Piala Liga Inggris atau Capital One Cup. The Reds menang 6-5 lewat adu penalti atas Stoke City di leg kedua semifinal di Stadion Anfield, Liverpool, kemarin dini hari WIB.(AP/JON SUPER)

SATU tiket babak final Piala Liga Inggris atau Capital One Cup pada bulan depan telah resmi menjadi milik Liverpool.

The Reds--julukan Liverpool--berhasil mengandaskan perlawanan Stoke City lewat adu penalti 6-5 di leg kedua semifinal di Stadion Anfield, kemarin. Kendati lolos ke final, manajer Liverpool Juergen Klopp menyimpan kekecewaan.

Modal kemenangan 1-0 di pertemuan pertama dibuang sia-sia, akibat gol tunggal Stoke City yang dilesakkan Marko Arnautovic di akhir babak pertama.

Agregat seimbang 1-1 pun membuat Liverpool mengakhiri laga lebih panjang. Skor tidak berubah hingga akhir babak perpanjangan waktu, sehingga dilanjutkan dengan adu penalti.

Beruntung kiper Simon Mignolet tampil baik dengan berhasil menepis dua algojo Stoke City, Peter Crouch dan Marc Muniesa.

"Seperti biasanya, ketika Anda menuju final, Stadion Wembley merupakan tempat yang istimewa untuk bertanding. Namun, Anda benar-benar hebat jika Anda menang untuk menuju ke sana, jadi kami hanya ke sana untuk menang," ungkap Klopp.

Meskipun baru musim ini berkarier di Inggris, Klopp sebelumnya pernah merasakan atmosfer hangat Stadion Wembley. Namun, rekam jejak buruk dicatatkan oleh pelatih Jerman itu di stadion kebanggaan publik Inggris tersebut.

Tim yang diarsitekinya kala itu, Borussia Dortmund, harus mengalah dari rivalnya, Bayern Muenchen, di final Liga Champions pada musim 2012-2013 silam.

Sementara itu, untuk calon lawan di partai puncak Piala Liga bulan depan, Klopp secara tersirat menginginkan derby sesama klub Merseyside, yakni melawan Everton.

"Akan sangat luar biasa untuk Liverpool jika bermain melawan Everton, tapi siapa pun, baik Manchester City ataupun Everton, saya tidak peduli asalkan kami menjuarainya," lanjutnya.

Liverpool menjadi klub paling sukses sejauh ini di ajang Piala Liga dengan torehan delapan trofi.

Terakhir 'Merseyside Merah' meraih gelar Piala Liga pada musim 2011/2012, saat mengalahkan Cardif City melalui babak adu penalti 3-2.

Lebih baik

Di sisi lain, manajer Stoke City Mark Hughes menilai timnya jauh lebih baik ketimbang Liverpool seusai tersingkir dari Piala Liga. Legenda Manchester United itu pun mengapresiasi kinerja anak didiknya yang mampu membalas kekalahan di markas Liverpool.

Hughes menilai kemenangan Liverpool hanya sebuah perjudian karena tim tuan rumah unggul dalam drama tos-tosan.

"Saya pikir kami jauh lebih baik. Kami berhasil mengimbangi mereka dan saya bangga atas apa yang pemain hasilkan dalam laga ini," tutur Hughes.

"Kami terus bangkit untuk beberapa tahun terakhir bahwa kami kami tim baik. Saya pikir Liverpool senang saat penalti dan kemudian merupakan sebuah pertaruhan," imbuhnya.

Kekalahan itu membuat Stoke gagal kembali merasakan suasana final Piala Liga setelah 44 tahun silam.

Tahun 1972 menjadi saat terakhir kali Stoke City melaju ke final, sekaligus pertama kali memboyong gelar ke Stadion Britania.

(soccerway/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya