Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
"Li Na, Apakah Kamu Melihat Ini ? Ayo Tiongkok !" Seru seorang pengguna situs media sosial mirip Twitter asal Tiongkok, Weibo. Seruan itu ditujukan kepada petenis Tiongkok peringkat 133 dunia, Shuai Zhang yang terus melaju di grand slam lapangan keras Australlia Terbuka 2016 hingga babak 8 besar.
Zhang, petenis 27 tahun asal Tianjin, Tiongkok memukau publik Melbourne yang selama sepekan terakhir memadati komplek tenis Melbourne Park untuk menyaksikan grand slam awal musim kompetisi itu. Dia meruntuhkan unggulan kedua Simona Halep di putaran awal dan kini terus melaju hingga 8 besar di Melbourne Park usai mengalahkan Madison Keys 3-6, 6-3, 6-3.
Perjalanan karir Zhang menjadikannya mendekati prestasi legenda hidup tenis Tiongkok, Li Na yang menjadi satu-satunya petenis asal Negeri Tirai Bambu itu yang mampu menjuarai turnamen grand slam. Li Na yang memperoleh gelar juara Prancis Terbuka 2011 dan Australia Terbuka 2014 memutuskan gantung raket pada akhir 2014.
Cerita Zhang, meraih babak 8 besar Australia Terbuka merupakan sebuah lompatan besar. Ia selalu gagal meraih babak utama di 14 kesempatannya di babak kualifikasi turnamen grand slam.
Ia bahkan sempat menjadi pemungut bola bagi juara grand slam Amerika Serikat Terbuka 2011, Samantha Stosur sebelum turnamen Australia Terbuka tahun ini.
"Saya melihat dia (Stosur) membutuhkan rekan yang bisa membantunya, terutama lawan yang kidal. Pelatih saya selalu memungut bola untuk saya, sekarang saya ingin melakukannya demi pelatih saya juga," kata Zhang yang berlatih di bawah asuhan Asosiasi Tenis Tiongkok sejak berusia 12 tahun.
Langkah Zhang untuk bisa menjadi petenis kedua Tiongkok yang merebut gelar grand slam, kini makin terbuka lebar. Di babak 8 besar, lawannya sama-sama petenis non-unggulan, Johanna Konta asal Inggris yang di putaran keempat mengalahkan petenis Rusia, Ekaterina Makarova 4-6, 6-4, 8-6.
Dengan status sama-sama non-unggulan, kedua petenis tesebut setidaknya punya peluang untuk sama-sama lolos ke semifinal. Terlebih keduanya kini punya motivasi sama besar untuk mencetak sejarah karena baru pertama kali menembus perempatfinal turnamen gran slam.
"Tiongkok memerlukan talenta sebesar itu, saya berharap dia bisa terus melaju dan mencetak sejarah untuk negeri ini," timpal pengguna Weibo lainnya menanggapi penampilan Zhang. (Dailymail/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved