Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAPUA memutuskan mundur dari tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2019 yang akan diadakan Oktober mendatang.
Plt Kepala Dispora Provinsi Papua Alexander Kapisa menyatakan Papua tidak mendapatkan kerugian pascabatal menjadi tuan rumah Popnas dan Peparpenas 2019. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua ingin fokus persiapan PON 2020.
"Kami fokus menggenjot kesiapan PON. Karena PON adalah harga diri bagi kami,” kata pria yang karib disapa Alex kepada Media Indonesia, Sabtu (24/8).
Alex melihat ada sisi positif yang bisa dipetik dari batalnya Papua menjadi tuan rumah. Menurutnya, peserta dari daerah lain tak perlu merogoh ongkos besar untuk berlaga di Papua.
“Daerah-daerah peserta yang jauh dari Papua mungkin senang karena adanya perpindahan tuan rumah, karena kalau dipindah ke daerah lain ongkosnya lebih murah,” ujar Alex.
Perihal pengganti Papua sebagai tuan rumah masih menggantung. Pihak Kemenpora masih terus mencoba berkoordinasi dengan Dispora lainnya untuk menentukan siapa yang siap menjadi tuan rumah pesta olahraga para pelajar itu.
“Untuk tuan rumah pengganti belum ada kabar hingga saat ini dari Kemenpora,” tutur Alex.
Baca juga: Cabang Olahraga PON 2020 belum Diputuskan
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe mengirim surat pengunduran diri sebagai tuan rumah kepada Kemenpora. Isi suratnya menyebutkan pembatalan ini tercetus lantaran pihak pemerintah Papua mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan para atlet yang akan bertanding.
Rentan waktu aksi demonstrasi masyarakat Papua cukup berdekatan dengan jadwal digelarnya Popnas dan Peparpenas pun menjadi alasan. Selain itu, kenyamanan atlet menjadi salah satu faktor pembatalan Papua sebagai tuan rumah.
"Aspek kenyamanan dan keamanan para atlet adalah yang terpenting. Maka kami memilih mundur jadi tuan rumah karena dinamika yang terjadi di Papua," ujar Plt Kepala Dispora Provinsi Papua Alexander Kapisa kepada Media Indonesia pada Jumat (23/8).(OL-5)
Gubernur Matius Fakhiri menegaskan semangat otonomi daerah harus menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di Papua.
Menteri Maruarar didampingi Billy Mambrasar dan Kepala BPS Amalia Adininggar bertemu masyarakat Papua dan mengajak pengusaha properti muda Papua agar terlibat dalam program nasional itu.
Pelaksanaan TKA SD di Kepulauan Yapen, Papua, berjalan lancar. Kisah murid yang menyeberang laut demi ujian jadi bukti semangat pendidikan hingga pelosok.
Gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukan gagasan lahir tanpa dasar, melainkan bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa.
Kemenhut juga akan memediasi kedua perusahaan untuk membahas penataan batas persekutuan atau kemungkinan solusi lain termasuk lahan pengganti.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa temuan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok yang curiga
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved