Ahsan/Hendra Kemungkinan 'Bercerai' Usai Olimpiade Rio

Maggie Nuansa Mahardika
20/1/2016 20:12
Ahsan/Hendra Kemungkinan 'Bercerai' Usai Olimpiade Rio
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Ganda putra andalan Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kemungkinan bakal dipisah seusai tampil di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Mereka akan berubah fungsi dari pasangan andalan menjadi motor bagi para pemain pelapis.

Demikian disampaikan pelatih ganda putra nasional Herry Imam Piengardi, Rabu (20/1). Ahsan/Hendra kini masih menjadi tumpuan untuk meraih berbagai gelar juara bagi Indonesia, terutama gelar Olimpiade 2016 mendatang.

Herry mengatakan, sebagai salah satu sektor andalan, ganda putra Indonesia harus beregenerasi. Ahsan/Hendra yang sudah lama menjadi tumpuan, harus sudah memiliki pengganti yang setara.

"Kami punya plan A dan plan B, khususnya buat Ahsan/Hendra usai Olimpiade 2016. Ada kemungkinan mereka dipisah dan dipasangkan dengan pemain muda, dengan begitu mereka akan mengangkat pemain muda.Namun, kami akan melihat hasil di Olimpiade dulu," katanya.

Selain Ahsan/Hendra, PP PBSI menginginkan ada satu pasang ganda putra lainnya yang lolos ke ajang multievent terakbar di dunia itu. Saat ini, pemain pelapis Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi memiliki kans terbesar untuk menjadi pendamping Ahsan/Hendra.

"Angga/Ricky memang paling berpeluang mendampingi Hendra/Ahsan, namun mereka sampai saat ini masih menguber poin ke Olimpiade. Peluang Angga/Ricky masih 50-50 karena banyak target di 2015 yang meleset, diluar perkiraan,” ujar Herry.

Sementara itu, sektor ganda putri yang menjadi andalan baru Indonesia membidik tiga gelar turnamen penting tahun ini. Tiga turnamen tersebut adalah All England, Indonesia Open Superseries Premier, dan tentunya Olimpiade.

Target juara All England 2016 dipandang patih ganda putri Nasional Eng Hian sebagai momen yang pas untuk anak-anak didiknya, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

"Karena kita tidak tahu bagaimana kondisi Greysia/Nitya setelah tahun 2017. Kalau sekarang melihat performa dan rangking, bisa jadi momen yang pas di All England. Kalaupun tidak juara, setidaknya masuk ke final dulu sudah bagus,” jelas Eng Hian. (Mag/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya