Djokovic Akui Pernah Ditawari Suap

Widhoroso
18/1/2016 16:49
Djokovic Akui Pernah Ditawari Suap
(AFP/SAEED KHAN)

Petenis tunggal putra nomor satu dunia, Novak Djokovic mengakui pernah ditawari suap untuk mengalah dalam sebuah pertandingan. Hal tersebut terjadi di awal karir petenis Serbia tersebut.

Menurut Djokovic, percobaan suap itu terjadi pada 2007. Saat itu dirinya diminta mengalah di babak pertama turnamen di St Petersburg, Rusia. Jika menerima tawaran tersebut, Djokovic diimingi bayaran sebesar US$200 ribu.

"Tawaran itu tidak langsung diajukan kepada saya tapi kepada orang-orang yang ada dalam tim saya saat itu. Tentu saja, tawaran itu kami tolak," tegasnya, Senin (18/1).

Setelah itu, Djokovic tidak pernah lagi mendengar adanya upaya suap di dunia tenis. "Enam hingga tujuh tahun belakangan, hal seperti itu tidak pernah saya dengan lagi. Saya juga tidak pernah dihubungi secara langsung oleh mereka yang mencoba menyuap. Jadi saya tidak bisa mengatakan banyak hal soal itu," tegasnya.

Djokovic menyatakan itu menyusul merebaknya dugaan suap di dunia tenis profesional. Dalam laporan BBC dan BuzzFeed, disebutkan, 16 pemain yang masuk posisi 50 besar dunia dalam satu dekade terakhir terlibat kasus suap.

Bahkan, seorang juara grand slam juga terlibat praktik yang dilaklukan sindikat perjudian tersebut. Namun laporan tersebut tidak menyebutkan nama-nama petenis yang diduga terlibat.

Laporan tersebut langsung dibantah berbagai pihak, terutama olah panitia grand slam Australia Terbuka 2016. Direktur Australia Terbuka Craoig Tiley menyebut munculnya laporan yang bertepan dengan dimulainya Australia Terbuka 2016 sangat mengganggu.

"Australia Terbuka dikenal karena integritasnya. Dalam hubungannya dengan dunia tenis kami telah mengembangkan kebijakan anti-doping, disiplin, anti korupsi, dan keamanan," tegas Tiley. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya