Menpora Dukung APPI Jadi Asosiasi Tunggal Pesepakbola Pro Tanah Air
Denny Parsaulian
20/10/2015 00:00
(Kemenpora)
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendukung Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menjadi satu-satunya wadah berhimpun bagi para pesepakbola profesional Tanah Air. Dukungan diberikan Menpora agar APPI leluasa dalam mengadvokasi para pesepakbola nasional sekaligus memiliki legitimasi yang kuat untuk memberikan masukan-masukan yang produktif dan konstruktif dalam berbagai kebijakan yang berhubungan dengan nasib pesepakbola.
Tidak hanya mengakui APPI sebagai wadah tunggal, Menpora juga menegaskan pentingnya hak-hak da kewajiban pesepakbola masuk ke dalam statuta federasi sepakbola nasional. Sehingga nasib pesepakbola tidak mudah diombang-ambing dan dilecehkan oleh klub atau otoritas sepakbola nasional.
"Pemenuhan terhadap hak-hak dan kewajiban pesepakbola juga merupakan bagian penting dalam reformasi tata kelola persepakbolaan nasional. Sehingga hak-hak dan kemajiban pemain itu harus masuk ke dalam statuta federasi sepakbola nasional ke depan," tegas Menpora saat menemui jajaran pengurus APPI di Kantor Kemenpora Jakarta, Senin (19/10).
Karena itu, Cak Imam meminta APPI segera untuk menginvetarisasi berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi oleh para pesepakbola profesional Tanah Air, sehingga diperoleh input yang dapat dimasukkan ke dalam statuta federasi sepakbola nasional hasil dari reformasi tata kelola sepak bola yang tengah didorong pemerintah.
Pada pertemuan dengan Menpora yang didampingi Staf Khusus Bidang Olahraga M Khusen Yusuf ini, APPI diwakili oleh Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas, Bimasakti, Ricardo Salampessy, Kurniawan Dwi Julianto dan GM APPI, Valentino Simanjuntak.
Pihak APPI, menyambut gembira terkait dengan pengakuan pemerintah (Kemenpora) sebagai satu-satunya organisasi resmi yang menaungi pesepakbola nasional. "Dengan demikian, kita akan lebih eksis dalam memperjuangkan hak-hak dan perlindungan pada pemain," tutur Valentino Simanjuntak.
Pasca pengakuan ini, APPI akan terlibat aktif memperjuangkan hak dan perlindungan pemain. Misalnya, memberikan masukan pada federasi terkait dengan penyusunan regulati yang berpengaruh langsung pada hak dan kewajiban pemain.
APPI merasa terpanggil menyampaikan masukan pada pemerintah (Kemenpora) pasca penyelenggaraan Piala Presiden dan Piala Kemerdekaan. Dalam hal ini, menurut Jubir APPI Fonario Astaman, APPI memberikan koreksi atas penyelenggaraan dua event itu, yang bertalian atau berdampak langsung pada pemain. "Kita menyampaikan aspirasi, misalnya soal standarisasi kontrak pemain," katanya.
Selain itu, faktor risiko pemain yang dalam dua turnamen itu belum terkoordinasi dengan baik oleh penyelenggara APPI juga mencatat, dua event tadi juga belum sepenuhnya mengakomodir seluruh pemain.
"Koreksi-koreksi ini kita catat dan kita sampaikan pada Menpora agar menjadi koreksi pada penyelengaraan-penyelengaraan kegiatan berikutnya."
APPI juga mencatat, Piala Presiden belum mencantumkan standarisasi yang jelas mengenai standar kontrak pemain. Sedangkan Piala Kemerdekaan masih ada penunggakan hadiah.
Sebagaimana diketahui, dua turnamen itu menyediakan total hadiah cukup besar, bernilai miliaran rupiah. "Kita ingin dilibatkan, dan ini akan menjadi acuan ke depan," tambah Bambang Pamungkas, mantan striker timnas yang juga aktif di APPI. (Yan)