Cegah Provokasi Jelang Final Piala Presiden, Polisi Lakukan Cyber Patroli
Deny Irwanto
16/10/2015 00:00
(Ilustrasi/Antara)
BERBAGAI langkah ditempuh pihak kepolisian untuk mengantisipasi adanya kerusuhan pada pertandingan final piala Presiden yang akan berlangsung di Stadion Utama Glora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/10).
Kegiatan tersebut salah satunya dilakukan anggota Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Anggota melakukan patroli di dunia maya untuk mengawasi adanya aksi provokasi? yang dilakukan suporter selama pergelaran final Piala Presiden 2015 antara Persib Bandung melawan Sriwijaya FC.
"Cyber patrol, yang kami lakukan di antaranya dengan melakukan penyelidikan di dunia maya untuk menekan opini-opini negatif yang berkembang, terutama yang bernada provokasi," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono, saat dihubungi wartawan, Jumat (16/10).
Mujiyono mengatakan, perkembangan media sosial yang semakin luas kerap menjadi wadah untuk oknum melakukan provokasi. Media sosial juga banyak digunakan para suporter sepakbola yang mungkin akan dimanfaatkan untuk memprovokasi atau informasi hoax yang kemudian akan dibenarkan oleh netizen?.
"Jangan sampai dengan menuliskan kata-kata berisi informasi hoax kemudian akan dijadikan pembenaran yang lain, sehingga menimbulkan aksi provokasi untuk melakukan perbuatan melawan hukum," beber Mujiyono.
Mujiyono juga menegaskan, pihaknya akan menyelidiki dan menindak secara tegas pihak-pihak yang melakukan provokasi di dunia maya. Bagi orang yang kedapatan melakukan tindakan provokasi, Mujiyono mengatakan ada ganjaran yang akan diberikan.
"Terhadap pelaku yang melakukan tindakan-tindakan provokatif sehingga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat diancam pidana dengan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 ayat (2) UU RI No.11 tahun 2008 dengan ancaman pidana penjara 6 tahun dan atau denda Rp 1.000.000.000. (Satu Miliyar Rupiah)," tandas Mujiyono.
“Kami mohon kepada semua pihak yang mendapatkan link yang berisi opini-opini negatifterhadap salah satu fans yang bertanding atau yang tidak bertanding (kubu lain), mohon untuk tidak menyebarluaskan link tersebut dan melakukan counter terhadap isu negatif yang coba dibangun oleh provokator untuk menimbulkan rasa tidak nyaman dan aman bagi semua pihak terutama masyarakat yang akan menyaksikan acara tersebut secara langsung di GBK,“ tandas Mujiyono.(Q-1)