Tata Kelola Sepak Bola belum Berjalan baik di Daerah
Satria Sakti Utama
15/10/2015 00:00
( ANTARA FOTO/Rahmad)
TATA kelola sepak bola nasional yang tidak baik juga ditunjukkan di daerah. Kali ini terjadi di ajang usia dini, yakni kualifikasi Liga Sepak Bola Pelajar U-14 Piala Menpora di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang difasilitasi oleh Dispora setempat.
Salah satu tim yakni SSB Putra Kenari Alor sangat kecewa dengan pergelaran ini dan mengundurkan diri disaat tim sudah mencapai babak semifinal. Ajang ini berlangsung di Stadion Flobamora Oepoi, Kupang, pada 5-10 Oktober 2015 dan dibuka oleh satu perwakilan Kemenpora M Kusnaeni.
Ketua Umum SSB Putra Kenari Alor Arifin mengatakan awalnya timnya diundang untuk mengikuti ajang ini dari tanggal 5 hingga 10 Oktober di Kupang. "Kita ikut ajang ini dengan harapan bisa menjadi jembatan anak-anak kami meraih prestasi dan mimpi mereka menjadi pemain sepak bola yang profesional. Namun, apa yang terjadi membuat kita kecewa dan merasa dikerjain oleh panitia," kata Arifin.
"Persyaratan yang kita bawa semua asli namun oleh panitia dinyatakan palsu, setelah kita protes akhirnya kita bisa bermain hingga babak semi final. Tim sudah lolos semifinal kita dipermasalahkan lagi salah satu pemain kita. Dan setelah kami berdiskusi dengan tim, akhirnya kita mengundurkan diri saja daripada tidak jelas kepastiannya," beber Arifin. Arifin mengaku timnya sangat rugi dan sudah jauh-jauh datang ke Kupang dari Alor. Apalagi timnya yang berisi anak-anak yang masih sekolah harus izin tidak sekolah. "Ini sangat memalukan, kembali kita dipertontonkan salah satu tata kelola sepak bola yang buruk dari pemerintah, meskipun ini di usia dini," pungkas Arifin. (R-1)