Renovasi GBK Dilimpahkan ke Pemda

Nurul Fadillah
10/7/2015 00:00
 Renovasi GBK Dilimpahkan ke Pemda
(ANTARA/Prasetyo Utomo)
Setelah sebelumnya mengalami perdebatan, akhirnya Pemerinta Pusat dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga melimpahkan perenovasian Stadion Gelora Bung Karno kepada Pemerintah Daerah.

Sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia, Pemprov Jakarta pun dituntut untuk menyelesaikan renovasi beberapa stadion olahraga yang nantinya akan menjadi lokasi terselenggaranya turnamen tersebut.

"Karena kita tahu masalah status dari GBK itu kan sepertinya engga bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Maksudnya status siapa yang nantinya mengurusi GBK, daripada habis energi dan waktu memperdebatkan antara Sekretariat Negara atau Kemenpora, akhirnya diputuskan, lebih baik dilimpahkan ke pemerintah daerah," ujar Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, di Senayan, Jakarta, Jumat (10/7).

Pelimpahan tanggung jawab renovasi dari Pemerintah Pusat ke Pemprov DKI tersebut tidak terlepas dari pertimbangan kecemburuan yang kemungkinan dialami oleh daerah lain, khususnya Sumatra Selatan. Pemerintah Pusat sendiri sejak awal telah memutuskan venue di Palembang menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pemprov Sumsel.

"Kenapa Jakarta? Karena untuk mengurangi kecemburuan Palembang. Palembang itu kan sepenuhnya diatur oleh Sumsel ya, kalau kemudian GBK menjadi tanggung jawab Kemenpora atau Sesneg nanti daerah berpikir Jakarta keenakan karena semua ditangani pemerintah pusat," lanjutnya.

Menpora pun berencana akan mengirimi surat kepada Gubernur DKI Jakarta untuk menangani renovasi beberapa stadion di GBK.

"Paling lambat Senin besok kirim suratnya untuk renovasi beberapa venue, engga seluruhnya. Karena ini mindsetnya adalah pemerintah daerah bertanggung jawab kepada daerah masing-masing," jelasnya.

Menurut Gatot, ada beberapa stadion yang harus diperbaiki oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu Stadion Utama, Stadion Madya untuk cabang olahraga atletik, dan Stadion Hoki, dan beberapa stadion lain. Sementara itu, untuk stadion akuatik yakni kolam renang memerlukan perbaikan secara menyeluruh.

"Yang jelas untuk perbaikan akan menggunakan APBD, karena pemerintah pusat anggarannya sudah besar untuk penyelenggaraannya itu. Lagipula masalah venue kan sudah dipermudah oleh OCA (Olympic Council of Asia) karena buktinya untuk matrial arts sudah ditetapkan di kemayoran, untuk cabang tertentu di Serpong. Sebetulnya tidak banyak yang harus dibangun karena kita diuntungkan pihak OCA yang tidak menuntut dibangun baru," ungkapnya.

Sementara itu, pada 4 Agustus mendatang pihak OCA berencana akan kembali melakukan peninjauan terkait persiapan Indonesia dalam menyelenggarakan Asian Games. Namun, pertemuan kali ini akan dilakukan di Palembang.

"Sebenarnya jika memungkinkan, mereka (OCA) selalu mengadakan monitoring terhadap tuan rumah yang bersangkutan. Jadi, tidak hanya Agustus, tapi minggu pertama bulan September juga ada general assembly di Turkmenistan dan lagi-lagi Indonesia akan dikontrol sejauh mana persiapannya," jelas Gatot.

Gatot mengungkapkan, dalam pertemuan kali ini dengan pihak OCA, ia akan menyampaikan perkembangan terkait persiapan stadion, persiapan olahraga yang berprestasi yang bisa diikutsertakan di ajang Asian Games, persiapan infrastruktur, dan siapa yang akan menjadi chief de mission perhelatan ajang bergengsi tersebut. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya