Pemerintah Berperan atas Terpuruknya Prestasi Indonesia
Satria Sakti Utama
18/6/2015 00:00
(ANTARA/Nyoman Budhiana)
KOMANDAN Satuan Pelaksana Latihan Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Suwarno membeberkan faktor kegagalan Indonesia di ajang SEA Games Singapura 2015.
Menurutnya persiapan kontingen Indonesia menghadapi SEA Games Singapura 2015 tidak maksimal sehingga terpuruk ke posisi lima.
â€Saya itu kan menjalankan program saja. Soal dana dan peralatan itu kan semua diatur Kemenpora,†katanya.
Dikatakannya dari mulai masalah penyediaan peralatan hingga fasilitas tempat berlatih yang tidak memadai menjadi penyebab. Padahal, semua itu harusnya difasilitasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) demi menopang prestasi olahraga Indonesia.
â€Masalah-masalah klasik tidak bisa terselesaikan. Dari mulai penyediaan peralatan latihan dan pertandingan hingga dana uji coba dan trainning camp di luar negeri yang terlambat turun,†katanya.
Tentang peralatan, Suwarno menyebutkan salah satu contoh tentang baju pejudo dari Korea saja terpaksa harus ditalangi PB PJSI. â€Apa jadinya kalau sampai masalah baju judo tidak ditalangi PB PJSI,†katanya.
Begitu juga masalah kesuksesan judo merebut empat medali emas padahal target dua emas itu. Kata Suwarno, semua tidak terlepas dari dukungan PB PJSI yang menanggung biaya latihan selama tiga bulan di Korea Selatan.
Yang lebih parah lagi, kata Suwarno, adanya enam cabang olahraga yang tidak direkomendasikan Satlak Prima ke SEA Games. Begitu juga dengan adanya pergantian atlet tenis meja yang sudah ditetapkan sebagai tim inti. Ditambah lagi, adanya pergantian manajer di cabang tenis meja dan berkuda.
â€Kita sudah menjaring yang terbaik melalui seleksi. Tetapi, tetap saja ada atlet tenis meja yang dimasukkan tim SEA Games Singapura 2015. Padahal mereka menolak mengikuti seleksi. Itu kan jelas melanggar kesepakatan di mana atlet berpeluang yang diberangkatkan,†ungkapnya. (Sat/R-1)