PENANTIAN panjang GoldenState Warriors untuk menjadi juara NBA terbayar sudah. Setelah menunggu 40 tahun lamanya, klub asal kota Oakland, California tersebut akhirnya meraih trofi Larry O'Brien setelah tampil menjadi juara musim ini.
Kepastian tersebut didapat setelah Warrios mengandaskan perlawanan Cleveland Cavaliers di gim keenam final NBA. Pada laga yang digelar di markas Cavaliers di Quicken Loans Arena, Rabu (17/6) pagi WIB tersebut, Warriors menang 105-97 untuk unggul 4-2 dalam seri best of seven.
Gelar ini menjadi gelar kedua Warriors setelah kali pertama mereka meraihnya di tahun 1975. Tapi jika dihitung dari era BAA, gelar ini menjadi gelar ketiga bagi klub yang bermarkas di Oracle Arena tersebut. Gelar ini sekaligus melengkapi raihan mereka sebagai tim terbaik musim 2014/2015, dengan rekor menang kalah 67-15.
"Ini benar-benar istimewa. Tim ini adalah tim yang spesial. Saat kami
memulai musim, ini adalah apa yang kami bayangkan. Kami akan mengingat
ini untuk waktu yang lama," ujar point guard sekaligus kapten Warriors Stephen Curry seusai laga.
Tampil di depan pendukung Cavaliers, Warriors memang terlihat sangat percaya diri. Sejak awal laga, tim asuhan Steve Kerr tersebut sudah tampil bagus dan mampu menekan tim tuan rumah. Tercatat, hingga paruh pertama saja mereka mampu diimbangi oleh Cavaliers yakni dengan keunggulan tipis 45-43. Selanjutnya, Stephen Curyy dkk tidak mampu diimbangi lagi oleh Cavaliers.
Setelah unggul 73-62 di akhir kuarter ketiga, Warriors hanya kalah 32-36 di kuarter terakhir yang membuat mereka menutup laga dengan keunggulan empat bola, sekaligus meraih meraih cincin juara NBA untuk kedua kalinya.
Stephen Curry dan small forward Andre Iguodola tampil apik di laga ini. dengan sama-sama mengemas 25 poin. Namun kesuksesan Iguodola menjaga pergerakan bintang Cavaliers LeBron James di laga ini membuat dirinya terpilih menjadi MVP final.
Untuk Iguodola, keberhasilannya merengkuh gelar MVP membuat dirinya menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang meraih gelar MVP dari bangku cadangan. Pemain 31 tahun tersebut memang baru dimainkan Kerrs di gim keempat final.
"Pengorbanan luar biasa dari orang seperti Andre (Iguodala) yang jauh dari line up awal tim. Ini semua bagian dari permainan, karena kami percaya orang-orang seperti dia adalah orang yang datang untuk menang," puji Kerr.
Di kubu Cavaliers, LeBron James menjadi penyumbang angka terbanyak dengan 32 poin dan 18 rebounds. Namun sayangnya hal itu belum mampu untuk membawa timnya meraih gelar juara. Di belakang LeBron, J.R. Smith menambahkan dengan 19 poin.
Kekalahan dari Warriors ini membuat LeBron kembali gagal memberi titel juara bagi Cavaliers setelah pada 2007 juga gagal membawa timnya tersebut meraih trofi usai takluk dari San Antonio Spurs dengan skor 0-4.(NBA.com/PJ)